BORNEONEWS, Palangka Raya - Panen raya beras di Kabupaten Kapuas pada Agustus 2024 ternyata memberikan dampak baik bagi Kalimantan Tengah. Pasalnya, di Agustus 2024 Kalteng mengalami deflasi cukup dalam yakni mencapai 0,39 persen secara bulanan. Meski memang secara tahunan Kalteng mengalami inflasi 1,29 persen, namun secara tahun kalender tetap mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.
"Beberapa catatan peristiwa yang terjadi di Kalteng memberikan andil deflasi maupun inflasi untuk bulan Agustus 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 September 2024.
Untuk daging ayam ras, kata Agnes, pasokannya di pasar melimpah sehingga mengakibatkan harganya turun dan mampu menyumbang deflasi bagi Kalteng.
"Terjadi panen beras juga pada wilayah sentra padi Kalimantan Tengah yakni di Kapuas pada Agustus 2024 kemarin," jelas Agnes lagi.
Sementara itu untuk komoditas bawang merah, lanjutnya, wilayah sentra barang merah yakni di Bima, NTB mengalami musim panen pada Juli-Agustus sehingga pasokan masih melimpah.
--page
"Selain itu, peristiwa lainnya ialah pasokan cabai rawit yang mengalami penurunan karena berkurangnya produksi," jelasnya lagi.
Kemudian karena memasuki tahun ajaran baru, lanjut Agnes, terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas yang berhubungan dengan tahun ajaran baru.
"Peristiwa terakhir yang terjadi pada Agustus 2024 yakni terjadinya penyesuaian harga BBM. Pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex per 1 dan 10 Agustus 2024," beber Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)









