JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dyah Roro Esti, menyatakan bahwa MKD Awards memiliki peran penting sebagai platform untuk menegaskan komitmen anggota DPR dalam mematuhi etika baik di dalam menjalankan tugas maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat. Diungkapkan Roro, keberadaan ajang ini diharapkan dapat memperkuat citra positif lembaga DPR di mata publik. "Jika semakin banyak anggota DPR yang berkomitmen untuk menjunjung tinggi etika, ke depan citra institusi DPR di kalangan masyarakat akan semakin membaik," ungkapnya saat memberikan keterangan di Jakarta. Roro, yang termasuk di antara penerima penghargaan MKD Awards 2024 dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), menekankan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ia menjelaskan bahwa sepanjang periode keanggotaan, ia berupaya menjaga nilai-nilai etika dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebagai anggota DPR dari fraksi Golkar, ia menambahkan pentingnya transparansi dalam menjalankan tugas. Ia berkomunikasi aktif dengan publik melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, serta melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka. "Harapan saya adalah agar lebih banyak lagi anggota DPR yang bersedia menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam menjalankan amanah ini," tambahnya. Selama periode 2019-2024, Roro terlibat aktif dalam berbagai kegiatan baik di tingkat nasional maupun internasional. Dia juga memegang berbagai jabatan di organisasi, seperti menjadi anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Peru-Indonesia, serta menjadi anggota Dewan Anggota Parlemen Muda di IPU dan Pengurus Kaukus Ekonomi Hijau. Sebelumnya, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI, Adang Daradjatun, menjelaskan bahwa etika merupakan penilaian utama dalam menentukan penerima MKD Awards 2024. Dia menegaskan, penghargaan ini diberikan kepada mereka yang dianggap memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MKD. "Penghargaan ini adalah untuk mereka yang dinyatakan layak oleh MKD," kata Adang. Dia juga menekankan bahwa penilaian terhadap para pemenang mencakup berbagai aspek etika, baik saat berada di lingkungan kerja, berinteraksi dengan masyarakat, maupun saat membahas perundang-undangan. MKD sejauh ini juga telah meminta masukan dari beberapa fraksi di DPR untuk menilai para kandidat yang pantas menerima penghargaan tersebut. "Terkait hukum, ada peraturan yang mengaturnya. Namun, etika ditentukan oleh norma masing-masing masyarakat. Untuk tahun ini, etika menjadi fokus utama dalam konteks penghargaan MKD Awards," tuturnya. ANTARA