YOGYAKARTA –
**Borneonews - Kulon Progo**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang melakukan pemetaan terhadap potensi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2024. Ketua Bawaslu Kulon Progo, Marwanto, menyampaikan dalam sebuah pernyataan di Kulon Progo pada hari Senin, bahwa berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan dengan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), terindikasi adanya kemungkinan tinggi akan pelanggaran dalam hal netralitas ASN, terutama jika pasangan calon yang bertanding berasal dari latar belakang ASN. Dia mengungkapkan bahwa saat ini peluang munculnya pasangan calon yang memiliki latar belakang sebagai ASN cenderung kecil. "Dari analisis kami, saat ini di Kulon Progo, tampaknya peluang munculnya bakal pasangan calon dari kalangan ASN sangat sedikit," ungkap Marwanto. Terkait dengan Pilkada 2024, diketahui ada tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati daerah setempat, di antaranya adalah pasangan Marija-Yusron Martofa yang didukung oleh partai Gerindra, PKB, dan NasDem. Selain itu, terdapat pasangan Novida Kartika Hadhi-Rini Indriani yang diusung oleh PDIP dan PKS. Pasangan lainnya, Agung Setyawan-Ambar Purwoko, mendapatkan dukungan dari PAN, Golkar, dan sembilan partai non-parlemen. Meskipun demikian, Marwanto menegaskan bahwa Bawaslu Kulon Progo akan tetap melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi pelanggaran yang mungkin terjadi. Mereka berkomitmen untuk melakukan upaya preventif guna menutup kemungkinan pelanggaran netralitas ASN sejak awal. "Kami berusaha untuk mencegah pelanggaran netralitas ASN dalam konteks pilkada yang akan datang," jelasnya. Sementara itu, Kepala BKPP Kulon Progo, Sudarmanto, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah melaksanakan beberapa tindakan untuk memperkuat semangat netralitas ASN. Salah satunya adalah pernyataan ikrar yang dilakukan secara serentak oleh ASN di Kulon Progo pada 22 Juli lalu, di mana mereka menandatangani pakta integritas sebagai komitmen terkait netralitas dalam pelaksanaan pilkada. "Kami yakin, ASN di Kulon Progo akan bersikap netral pada saat pilkada nanti," tutup Sudarmanto. ANTARA