BORNEONEWS, Palangka Raya – Masalah pembangunan masjid Kecubung Kota Palangka Raya yang belum selesai, kembali diungkit. Masjid yang cukup luas itu dibiayai menggunakan APBD Kota Palangka Raya. Adalah Fraksi Gerindra yang mempertanyakan kepada Pemerintah kota (Pemkot) atas kelanjutan pembangunannya.
Tetapi yang lebih diungkit oleh Gerindra bukan hanya kucuran dana semata, melainkan lebih kepada kasus penyelesaian pembayaran atas jual beli lahan yang di atasnya didirikan konstruksi bangunan masjid berlantai tiga itu.
“Adanya anggaran pembangunan masjid kubah kecubung yang anggarannya telah disediakan sebesar Rp20 miliar untuk pelaksanaan kegiatan kegiatan konstruksi lanjutan masjid, Fraksi Gerindra mempertanyakan penyelesaian pembayaran jual-beli lahannya. Mengingat lahan dimaksud dari tahun 2011 hingga saat ini belum terdapat realisasi pembayaran lahannya,” ungkap politisi Gerindra, Alfian Batnakanti.
Gerindra juga secara khusus meminta kepada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan untuk mengetahui latar belakang dan kondisi lahan. Selanjutnya, Gerindra juga mengingatkan pemkot selaku pelaksana pembangunan untuk menuntaskannya sebelum dilanjutkan tahap pembangunan konstruksi berikutnya.
“Sekiranya agar tidak menimbulkan hal-hal tidak diinginkan, supaya tidak menimbulkan dampak terkait dengan pembangunan tersebut,” tambah dia. (ROZIKIN/m)








