**Borneonews - Semarang**, Ratusan anggota sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) menggelar aksi solidaritas untuk mendukung Dekan mereka, dr. Yan Wisnu Prajoko, yang telah ditangguhkan dari praktik di RSUP dr. Kariadi Semarang. Aksi tersebut dilaksanakan di Lapangan Basket FK Undip pada hari Senin, yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta alumni, memperlihatkan dukungan yang kuat kepada pemimpin fakultas mereka.
Penangguhan kegiatan klinis ini ditujukan kepada dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes, Sp.B, Supsp.Onk(K) dan diresmikan melalui surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, pada tanggal 28 Agustus 2024. Berita mengenai penangguhan ini muncul setelah insiden tragis yang melibatkan meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip, dr. Aulia Risma Lestari.
Setelah peristiwa tersebut, Kementerian Kesehatan juga menangguhkan aktivitas PPDS Anestesi di RSUP dr. Kariadi, sehingga para mahasiswa PPDS tersebut harus dipindahkan sementara ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND). Dalam aksi tersebut, simpatisan mengekspresikan dukungan mereka dengan mengenakan pakaian serba hitam dan menempelkan pita hitam di baju sebagai simbol kesedihan serta dukungan terhadap dekan mereka sekaligus mengkritik adanya praktik premanisme dalam birokrasi.
Dalam orasi yang dilakukan, berbagai pihak seperti guru besar, rektorat, dan alumni menyampaikan pernyataan, di antaranya Ketua Senat FK Undip, Prof. Dr. dr. Tri Indah Winarni. Ia menekankan bahwa situasi ini seharusnya menjadi momen untuk memperkuat persatuan dan melakukan introspeksi diri. Ia mengingatkan bahwa aksi-aksi kekerasan bukanlah pilihan yang seharusnya ditempuh oleh sivitas akademika Undip, karena mereka memiliki tanggung jawab moral sebagai pendidik kepada mahasiswa.
Alumni FK Undip, Dr. Bambang Wibowo, juga turut menyatakan bahwa tanpa Undip, RSUP dr. Kariadi tidak lebih dari sekadar rumah sakit biasa. Ia mengajak semua alumni untuk bersatu dan membantu dalam situasi yang sulit ini, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya manusia yang dimiliki Undip tidak bisa diabaikan oleh rumah sakit.
Menanggapi penangguhan praktik tersebut, dr. Darwito, mantan Direktur Umum dan Operasional RSUP dr. Kariadi, menyatakan keprihatinannya. Ia mengingatkan pentingnya menjalankan hukum dan peraturan yang jelas, bukan berdasarkan kehendak pribadi atau instansi tertentu.
Dekan FK Undip, dr. Yan Wisnu, kemudian menyampaikan harapannya dengan kehadiran simpatisan yang menunjukkan bahwa seluruh sivitas akademika adalah satu kesatuan yang mencintai institusi mereka. Dia berharap agar dinamika yang dihadapi tidak mengurangi semangat, melainkan semakin memperkuat tekad untuk memajukan institusi dan menghasilkan lulusan-lulusan dokter, dokter spesialis, dokter sub spesialis, dokter gigi, NERS, *nutrition*, dan ahli farmasi yang berkualitas.
ANTARA
Dukungan Ratusan Sivitas Akademika untuk Dekan FK Undip
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Komentar (0)
Memuat komentar…







