JAKARTA –
**Borneonews - Nusa Dua, Bali**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembicaraan mengenai kerja sama ekonomi di berbagai bidang, termasuk farmasi dan pertambangan, dengan Wakil Presiden Zimbabwe, Kembo Dugish Campbell Muleya Mohadi. Pertemuan bilateral ini berlangsung dalam rangkaian acara *High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships* (HLF MSP) dan *Indonesia-Africa Forum* (IAF) yang ke-2 di Nusa Dua, Badung, Bali, pada hari Senin. Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasih kepada Wakil Presiden Mohadi atas kehadirannya dan mengucapkan selamat kepada Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, yang baru terpilih kembali. Jokowi juga telah memberikan sambutan hangat kepada Mohadi, menegaskan pentingnya kehadiran Zimbabwe dalam forum tersebut. Selanjutnya, Presiden Jokowi menyoroti beberapa isu penting yang harus diperhatikan dalam konteks kerja sama antara Indonesia dan Zimbabwe. Isu pertama berkaitan dengan kerja sama ekonomi, di mana Presiden menekankan perlunya perjanjian perdagangan preferensial untuk memperkuat interaksi perdagangan kedua negara. "Indonesia ingin menjalin kerja sama dalam sektor farmasi. Dukungan dari Pemerintah Zimbabwe akan sangat kami hargai," ungkap Presiden dalam pertemuan tersebut. Pada sektor pertambangan, Jokowi mengungkapkan rencana Indonesia untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dalam penambangan litium yang ada di Zimbabwe. Untuk mempercepat proses ini, Presiden berjanji akan menugaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, agar segera menyelesaikan nota kesepahaman terkait hal ini. Dalam diskusi mengenai pembangunan, Presiden Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Zimbabwe melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan negara tersebut, dengan memanfaatkan mekanisme *Indonesia Aid*. Presiden juga meminta dukungan dari Wakil Presiden Mohadi untuk memastikan bahwa kerja sama strategis ini dapat berjalan dengan lancar. "Pengembangan *e-procurement* di Zimbabwe dapat menjadi salah satu proyek strategis kita. Saya berharap Yang Mulia dapat memberikan dukungan terkait hal ini," tambah Presiden Jokowi. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam dialog penting ini. ANTARA