BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Harga gabah kering giling (GKG) yang dijual oleh petani di Provinsi Lampung mengalami kenaikan yang signifikan pada bulan Agustus 2024, dengan angka peningkatan mencapai 8,18 persen. Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Atas Parlindungan Lubis, yang disampaikan melalui pernyataan daring. Rata-rata harga GKG di tingkat petani pada bulan Agustus tercatat sebesar Rp7.102 per kilogram. Sebagai perbandingan, pada bulan Juli harga tersebut hanya berada di angka Rp6.566 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan tren positif bagi kalangan petani di daerah tersebut. Lebih lanjut, Lubis juga mengungkapkan bahwa harga tertinggi untuk gabah kering giling tercatat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, dengan varietas Ciherang yang dijual seharga Rp7.600 per kilogram. Sementara itu, harga terendah dilaporkan di Kecamatan Seputih Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, untuk varietas Inpari 32 HDB yang berada di angka Rp6.300 per kilogram. Tidak hanya pada tingkat petani, harga gabah kering giling di tingkat penggilingan juga mengalami kenaikan drastis, yaitu sebesar 7,72 persen. Jika sebelumnya harga GKG di penggilingan adalah Rp6.684 per kilogram, kini harga tersebut telah meningkat menjadi Rp7.200 per kilogram. Di tingkat penggilingan, harga tertinggi juga ditemukan di Kecamatan Palas, dengan varietas Ciherang seharga Rp7.700 per kilogram. Sebaliknya, harga terendah di tingkat penggilingan tercatat sebesar Rp6.400 per kilogram di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, untuk varietas yang sama, Inpari 32 HDB. Selain itu, pergerakan harga beras di penggilingan provinsi ini menunjukkan angka yang menarik. Harga beras terbaik mencapai Rp14.500 per kilogram, sedangkan untuk kualitas medium, harganya terendah di angka Rp11.250 per kilogram. Kenaikan harga beras berkualitas premium di penggilingan mencatatkan angka peningkatan sebesar 0,53 persen, sementara harga beras kualitas medium juga mengalami peningkatan hampir 0,48 persen. Secara keseluruhan, kenaikan harga GKG di Lampung menunjukkan adanya pergeseran positif yang dapat memberikan dampak baik bagi perekonomian petani di wilayah tersebut. ANTARA