**Borneonews - Padang** Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang terletak di Provinsi Sumatera Barat telah mengumunkan langkah-langkah strategis jangka panjang untuk mengendalikan tingkat inflasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menjelaskan bahwa kunci dari strategi ini adalah menjaga pasokan kebutuhan pokok di wilayah mereka.
Eka Putra menyatakan bahwa selama lima tahun terakhir, Kabupaten Tanah Datar telah berhasil menahan laju inflasi, bahkan mencatatkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah di Pulau Sumatera. Upaya menjaga kestabilan harga-pokok tidak terlepas dari perhatian serius pemerintah daerah terhadap komoditas seperti beras, cabai, dan sayuran.
Pemerintah daerah juga mengimplementasikan kebijakan yang dirancang khusus untuk mendukung para petani dalam menekan biaya produksi. Salah satu langkah yang diambil adalah pelaksanaan program pembajakan gratis bagi lahan pertanian, baik yang berjenis kering maupun basah, yang dimiliki oleh petani di Kabupaten Tanah Datar.
Dalam program ini, pemerintah berkomitmen menanggung semua biaya operasional alat bajak, termasuk biaya bahan bakar yang dibutuhkan. Dengan penerapan kebijakan ini, para petani akan terbebas dari beban biaya yang biasanya cukup tinggi.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan alat dan mesin pertanian secara gratis bagi petani yang belum memiliki sarana tersebut. Melalui inisiatif-inisiatif ini, diharapkan bahwa pengeluaran petani akan lebih efisien dan terjangkau.
Sebagai tambahan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga menginisiasi program asuransi untuk para petani padi. Kerja sama dengan Asuransi Jasa Indonesia (*Jasindo*) ini bertujuan memberikan perlindungan kepada petani saat menghadapi risiko gagal panen yang disebabkan oleh hama, seperti tikus.
Dinas terkait pun secara berkala menjalankan operasi pasar untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan mencegah penumpukan barang oleh para pedagang. Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan pasokan bahan makanan tetap terjaga dan harga tidak mengalami fluktuasi yang merugikan masyarakat.
Di sisi lain, Eka juga memperkenalkan bawang merah varietas lokal yang dikenal dengan nama Sumbu Marapi. Varietas bawang ini memiliki kemampuan tumbuh di ketinggian antara 400 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pengembangan varietas lokal ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan bawang saat musim paceklik, sehingga ketahanan pangan di daerah ini tetap terjaga.
ANTARA
Strategi Kabupaten Tanah Datar Mengendalikan Inflasi Pangan
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







