DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan bahwa pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah yang terletak di Denpasar, Bali, merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak di Indonesia. Dalam acara peresmian gedung yang berlangsung pada hari Senin, Presiden menegaskan pentingnya fasilitas tersebut dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Bali. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyatakan rasa senang dan puasnya terhadap hasil pembangunan gedung. Ia menyampaikan bahwa fasilitas yang tersedia di gedung ini memiliki standar yang sangat tinggi, bahkan menyamai kualitas hotel bintang lima. "Saya masuk tadi ke gedung baru Rumah Sakit Ngoerah ini seperti masuk hotel bintang lima," ujarnya. Ia juga mengapresiasi peralatan medis yang tersedia di rumah sakit terbesar di Bali dan Nusa Tenggara ini, yang dinilai sangat modern dan canggih. “Ruang tunggunya sangat bagus sekali, furniturnya juga ditata dengan sangat baik, dan peralatan yang ditunjukkan kepada saya benar-benar modern, canggih, serta digital,” tambahnya. Gedung yang megah ini dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp233 miliar, yang ditambah dengan biaya peralatan kesehatan modern senilai Rp241 miliar. Presiden Jokowi menegaskan bahwa pengeluaran tersebut sebanding dengan kualitas pelayanan yang akan diterima oleh masyarakat. "Asal masyarakat, khususnya ibu dan anak, mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, itu tidak masalah," ungkapnya. Lebih lanjut, anggaran juga dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mencapai Rp28 miliar. Mengingat penggunaan peralatan yang canggih, Presiden meminta agar pelatihan untuk penggunaan alat tersebut segera dilaksanakan, guna memastikan pelayanan kesehatan yang optimal untuk masyarakat Bali. Presiden juga mengumumkan bahwa tambahan 326 tempat tidur akan disediakan di gedung baru RSUP Ngoerah, sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan. "Ini akan memberikan tambahan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat kita," jelasnya. Presiden RI tiba di RSUP Sanglah pada pukul 14.33 Wita, didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Penjabat Gubernur Bali Sang Mahendra Jaya. ANTARA