BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung, yang terletak di Provinsi Lampung, melakukan kegiatan pengasapan yang terjadwal secara serentak di seluruh kelurahan. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (*DBD*), yang dikenal menjadi masalah kesehatan di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Bandarlampung, Desti Mega Putri, menjelaskan bahwa fogging atau pengasapan dilakukan sebagai respons terhadap ancaman dari nyamuk *Aedes aegypti*, pengusung virus penyebab DBD. Kegiatan ini difokuskan pada daerah yang termasuk dalam kategori endemis DBD dan dilakukan secara terjadwal untuk efektivitas yang lebih tinggi. Desti juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanganan kasus DBD. Ia meminta agar warga yang menemukan kasus DBD segera melaporkannya ke puskesmas setempat agar penanganan, termasuk pengasapan, dapat dilakukan dengan cepat. Hingga bulan Agustus, tercatat 279 kasus DBD di Bandarlampung. Rincian kasus tersebut untuk bulan-bulan sebelumnya adalah sebagai berikut: Januari sebanyak 13 kasus, Februari 24, Maret dan April masing-masing 42 kasus, Mei 71, Juni 40, Juli 25, dan Agustus 22 kasus. Dinas Kesehatan juga menjelaskan bahwa salah satu upaya yang paling efektif untuk mengatasi penyebaran DBD adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menggunakan metode *3M Plus*. Metode ini termasuk menguras tempat penampungan air setidaknya sekali dalam seminggu, menutup tempat penampungan air dengan rapat, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang mungkin dapat menampung air. Selain itu, masyarakat diimbau untuk melaksanakan berbagai tindakan pencegahan. Hal ini termasuk menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah, serta menggunakan lotion atau semprotan anti nyamuk bila diperlukan. Masyarakat juga disarankan untuk memasang kasa penghalau nyamuk serta melakukan pemangkasan dan pembersihan tanaman liar di pekarangan rumah, yang dapat menampung air dan menjadi tempat perindukan nyamuk penyebab DBD. Melalui upaya kolektif ini, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan dengan efektif. ANTARA