BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi**, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi mengeluarkan peringatan bagi masyarakat yang melintasi jalur wisata Palabuhanratu-Citepus. Tepatnya di Kampung Katapangcondong, para pelintas diimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan pohon tumbang. Sekretaris Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyatakan bahwa pemantauan yang dilakukan menunjukkan ada beberapa pohon di area tersebut yang berpotensi tumbang. Pohon-pohon tersebut dikategorikan rawan, rapuh, dan berusia tua. Oleh karena itu, Herdiawan meminta baik pejalan kaki maupun pengendara untuk lebih berhati-hati saat melewati jalur di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Sebagai tindakan preventif, beberapa hari terakhir Disperkim, bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Palabuhanratu, telah melakukan pemangkasan dahan pohon sebagai respons terhadap laporan dari masyarakat mengenai kondisi pohon-pohon yang mengkhawatirkan. Walaupun Disperkim tidak memiliki otoritas untuk merencanakan penataan atau penebangan pohon, laporan dari warga tetap ditindaklanjuti. Koordinasi dilakukan dengan dinas-dinas terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, untuk menangani masalah ini secara tepat. Herdiawan menjelaskan lebih lanjut bahwa pohon-pohon yang dianggap berisiko berada di jalan nasional. Dengan demikian, kewenangan untuk pemeliharaan atau penebangan ada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, bukan pada dinas lokal di Pemkab Sukabumi. Meski begitu, demi keselamatan masyarakat, pihaknya berusaha menanggapi keluhan warga yang merasa prihatin akan potensi bahaya dari pohon-pohon yang rawan tumbang tersebut. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat memahami posisi pohon yang perlu ditangani. Pengelolaan pohon di pinggir jalan tergantung pada jenis jalur yang ada, apakah itu jalan nasional, provinsi, atau kabupaten. Untuk pohon-pohon di jalan nasional, laporan harus disampaikan kepada Kementerian PUPR, sedangkan untuk jalan provinsi, laporan ditujukan kepada Dinas PU Provinsi Jawa Barat dan untuk jalan kabupaten, kepada Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor bernama Yanto yang berusia 35 tahun mengungkapkan kekhawatirannya saat melintas di Jalan Raya Palabuhanratu-Citepus. Ia mencermati bahwa beberapa pohon tampak sudah kering dan tua, bahkan ada yang batangnya miring. Hal ini menimbulkan kecemasan akan kemungkinan pohon tumbang yang dapat membahayakan wisatawan maupun warga, baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan. ANTARA