SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, PT PLN (Persero) telah berhasil menyambungkan listrik kepada 14.424 masyarakat yang tergolong pra sejahtera di berbagai wilayah Jawa Timur. Hal ini dilakukan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (*BPBL*) yang merupakan inisiatif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bekerja sama dengan Komisi VII DPR dan PLN. Menurut rencana, ditargetkan pada tahun 2024, sejumlah 21.115 rumah tangga di Jawa Timur akan menerima bantuan serupa. Priyo Wurianto, Staf Ahli Direksi PLN yang mewakili Direktur Retail dan Niaga, menjelaskan dalam keterangannya di Surabaya bahwa PLN berkomitmen untuk menjalankan amanat pemerintah dalam memberikan listrik gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Ia mengungkapkan, "PLN siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga strategis lainnya dalam pelaksanaan penyaluran program ini." Di Kota Malang, sebanyak 333 calon penerima bantuan BPBL telah teridentifikasi, dengan 309 diantaranya berasal dari daerah Kedungkandang yang hari ini sambungan listriknya telah diaktifkan. Bayu Nugroho, Koordinator Perlindungan Lingkungan Ketenagalistrikan di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, menambahkan bahwa program ini akan dilanjutkan pada tahun 2024 dengan target nasional mencapai 122.000 rumah tangga. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan maupun perkotaan yang meskipun telah terhubung dengan jaringan listrik PLN, tetapi belum bisa menyambungkan listrik ke rumah mereka disebabkan oleh ketidakmampuan membayar biaya pemasangan baru. Inilah yang melatarbelakangi pemerintah merancang program ini. Agus Kuswardoyo, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, juga menyampaikan bahwa program penyambungan listrik gratis ini berkontribusi pada peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur, yang kini telah mencapai angka 99,56 persen. Syarat untuk menjadi penerima bantuan adalah masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (*DTKS*). Setiap penerima akan mendapatkan sambungan listrik baru dengan daya 900 VA, dengan harapan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Malang. Salah satu penerima bantuan, Bunati yang berusia 66 tahun, merupakan seorang nenek yang hidup sendirian di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Sebelumnya, ia mengandalkan bantuan listrik dari tetangganya secara gratis. Bunati menyatakan rasa syukurnya atas bantuan yang diterimanya. "Saya sangat bersyukur mendapat bantuan sambungan listrik gratis, sebelumnya listrik saya dibantu sama tetangga," tuturnya dengan penuh rasa terima kasih. ANTARA