JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menekankan pentingnya peran yang dimainkan oleh perempuan dalam pembangunan, khususnya di kawasan pedesaan. Dalam konteks ini, pemberdayaan perempuan melalui inisiatif Desa Wisata Ramah Perempuan diharapkan dapat dijalankan dengan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menemukan solusi yang efektif. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri PPPA saat peluncuran pedoman buku yang bertajuk *Desa Wisata Ramah Perempuan*, yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Acara tersebut berlangsung di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali. Peluncuran pedoman ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mengembangkan destinasi wisata serta infrastruktur yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan perempuan dan memberi dukungan kepada pelaku usaha perempuan di lokasi-lokasi wisata. Menteri Bintang Puspayoga menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor pariwisata desa, tetapi juga untuk memberikan akses yang lebih luas kepada mereka dalam mengembangkan potensi ekonomi. Selain itu, program ini bertujuan memastikan bahwa lingkungan di desa tersebut menjadi aman dan nyaman bagi perempuan, sehingga mendorong keterlibatan mereka dalam setiap aspek pembangunan. Dia mengungkapkan keyakinan bahwa dengan memperkuat peran perempuan di desa, memberikan peluang partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung, akan ada dampak positif terhadap pengurangan kekerasan terhadap perempuan. Lebih lanjut, Menteri PPPA memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf yang memiliki komitmen kuat dalam merealisasikan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) melalui konsep Desa Wisata Ramah Perempuan. Ini merupakan langkah penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta pembangunan yang responsif terhadap gender. Ia menyatakan bahwa segala inisiatif ini harus berawal dari desa, menyerukan fakta bahwa perubahan besar dapat dimulai dari akar rumput. Namun, ia juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa desa wisata tidak hanya mengutamakan aspek ekonomi, tetapi juga bebas dari segala bentuk eksploitasi anak, terutama mengingat kerentanan daerah tujuan wisata terhadap isu-isu seperti pekerja anak, eksploitasi seksual, dan eksploitasi ekonomi. Dengan pernyataan ini, Menteri PPPA berharap bahwa Desa Wisata Ramah Perempuan akan menjadi contoh nyata dalam menciptakan lingkungan yang peduli dan aman, serta mampu memberdayakan perempuan di setiap aspek kehidupan mereka. ANTARA