**Borneonews - Jakarta**, Kunjungan Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia, dianggap sebagai sebuah kehormatan yang luar biasa bagi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, yang mengungkapkan rasa syukur pemerintah serta rakyat atas kedatangan tokoh agama tersebut.
Muhadjir mengatakan, "Dari perspektif pemerintah, kedatangan Paus merupakan suatu kehormatan yang sangat besar. Kami akan menyambutnya dengan sebaik mungkin, karena beliau adalah tamu negara dan sekaligus tamu rakyat Indonesia." Saat ditemui di kantornya di Jakarta, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan persiapan matang menjelang kedatangan Paus melalui berbagai diskusi dengan masyarakat serta pembahasan isu-isu terkini.
Lebih lanjut, Menko Muhadjir menekankan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan maksimal. Diskusi-diskusi mengenai masalah serta topik yang menjadi perhatian utama Paus Fransiskus juga telah dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat serta pemerintah. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menyambut kedatangan si pemimpin Agama Katolik tersebut.
Di sisi lain, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai kedatangan Paus Fransiskus menjadi sebuah tanda nyata bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan sangat dekat. Ia menuturkan, "Kunjungan ini menunjukkan kedekatan yang signifikan antara Indonesia dan Vatikan. Tidak banyak negara yang mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi oleh Bapak Paus." Yaqut menambahkan, kunjungan ini sangat berarti, mengingat tidak semua negara diberi kehormatan yang sama, termasuk negara asal Paus, Argentina, yang belum sempat dikunjungi.
Paus Fransiskus dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 3 September. Pada Rabu (4/9), beliau akan melakukan kunjungan ke Istana Merdeka, Jakarta, dan akan disambut oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Setelah itu, agenda Paus dilanjutkan dengan mengunjungi Katedral serta jemaat Katolik Muda Grha Pemuda.
Kemudian, pada Kamis (5/9), jadwalnya akan mencakup kunjungan ke Masjid Istiqlal di Jakarta. Pada sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, Paus Fransiskus akan memimpin misa suci akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Akhirnya, pada Jumat (6/9), beliau dijadwalkan akan meninggalkan Jakarta dan melanjutkan perjalanan menuju Port Moresby, Papua Nugini, dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan banyak dampak positif bagi hubungan antaragama dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
ANTARA
Kunjungan Paus Fransiskus, Kehormatan Besar bagi Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







