**Borneonews - Mamuju**, Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sulawesi Barat, Farhanuddin, menyatakan bahwa program padat karya diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem yang dialami oleh provinsi Sulawesi Barat. Ia menekankan pentingnya langkah tersebut sebagai solusi jangka pendek terhadap permasalahan yang ada di daerah tersebut.
Farhanuddin menjelaskan bahwa ada dua pendekatan utama yang bisa digunakan untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem. Yang pertama adalah dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat yang berada dalam kondisi miskin dan rentan, melalui berbagai program perlindungan sosial serta subsidi yang tepat. Pendekatan kedua adalah dengan memberdayakan kelompok miskin dan rentan untuk meningkatkan produktivitas mereka, yang diharapkan dapat membawa peningkatan dalam kapasitas ekonomi dan pendapatan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selain program padat karya dan subsidi, pemberdayaan masyarakat serta pembangunan infrastruktur yang terkait dengan pelayanan dasar juga merupakan langkah penting dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Sulawesi Barat. Menurutnya, program yang digagas oleh Pemerintah Provinsi di bidang pertanian dan perkebunan perlu didukung secara bersama-sama, karena ini berpotensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, pemberian beasiswa juga dianggap sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, turut menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengeksplorasi peluang serta potensi sumber daya alam sebagai salah satu strategi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di daerah yang bersangkutan. Ia menegaskan perlunya pengembangan potensi sumber daya alam untuk menyusun program jangka pendek, menengah, dan panjang yang bisa membantu Sulawesi Barat keluar dari jeratan kemiskinan.
Bahtiar juga mengungkapkan bahwa upaya lain yang dilakukan pemerintah provinsi dalam menghadapi kondisi ini mencakup gerakan menanam tanaman hortikultura serta penebaran ribuan kepiting bakau. Penggunaan pohon sukun, yang merupakan sumber karbohidrat dan dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat, serta penanaman pisang *cavendish* diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2024, diperkirakan bahwa persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan di Sulawesi Barat mencapai 11,21 persen. Angka ini menurun sebesar 0,28 persen poin dibandingkan dengan Maret 2023. Dalam hal jumlah absolut, penduduk miskin di Sulawesi Barat pada Maret 2024 tercatat sebanyak 162,19 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 1,95 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, Tina Wahyufitri, Kepala BPS, menegaskan bahwa meskipun terdapat penurunan jumlah penduduk miskin, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan di provinsi tersebut justru menunjukkan adanya peningkatan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat sebesar 0,05 poin, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik sebesar 0,03 poin.
Tina mengatakan bahwa tantangan utama bagi pemerintah daerah adalah menurunkan dua indeks tersebut, di mana mayoritas kepala rumah tangga miskin di Sulawesi Barat hanya menempuh pendidikan hingga tingkat SD, dengan persentase mencapai 46,17 persen. Sementara itu, sekitar 22,73 persen kepala rumah tangga miskin di kawasan ini tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis.
ANTARA
Solusi Mengatasi Kemiskinan Ekstrem di Sulawesi Barat melalui Program Padat Karya
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







