**Borneonews - Jakarta**, Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa, menekankan pentingnya persiapan dalam menghadapi gempa *megathrust* sebagai tanggung jawab nasional. Baik pemerintah maupun masyarakat memiliki peran vital dalam upaya meminimalkan jumlah korban yang terdampak.
Dalam acara gelar wicara yang disiarkan secara daring, Rahma menyatakan bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi gempa *megathrust*. Ia menegaskan, Secara jujur, kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan kesiapan menghadapi gempa ini.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka korban dalam bencana alam, menurutnya, adalah kepanikan. Dalam konteks gempa bumi, kepanikan sering kali dipicu oleh rasa takut akan kemungkinan bangunan runtuh, yang membuat warga berlarian tanpa arah yang jelas.
Rahma mengambil contoh Jepang sebagai negara yang berhasil meminimalkan dampak gempa melalui standar konstruksi bangunan yang telah diadaptasi untuk ketahanan gempa. Di Indonesia, kita mungkin tidak sepenuhnya yakin dengan ketahanan rumah yang kita tempati. Hal ini menciptakan perasaan ketidakamanan dan kepanikan di tengah bencana, papar Rahma.
Ia juga menyoroti pengalaman traumatis masyarakat Indonesia, khususnya peristiwa gempa yang melanda Aceh pada tahun 2004. Gempa tersebut bukan hanya menyebabkan kerusakan besar, tetapi juga disertai tsunami yang memaksa warga untuk berlarian menyelamatkan diri.
Dalam menyikapi risiko tersebut, Rahma menjelaskan bahwa mitigasi bencana dapat dimulai dengan pendekatan yang berbasis *sains*, *teknologi*, dan *inovasi*. Contohnya adalah pembangunan rumah yang tahan gempa dan pengembangan sistem peringatan dini yang lebih modern. Selain itu, sosialisasi terkait jalur evakuasi juga sangat penting dilaksanakan untuk seluruh lapisan masyarakat.
"Insya Allah, langkah-langkah ini bisa mengurangi kepanikan, sehingga kita akan merasa lebih siap dalam menghadapi gempa *megathrust* ini," tutup Nuraini Rahma Hanifa.
ANTARA
Persiapan Menghadapi Gempa Megathrust Jadi Tanggung Jawab Bersama
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







