MANOKWARI –
**Borneonews - Manokwari, Papua Barat**, Nilai tukar petani di Provinsi Papua Barat pada bulan Agustus 2024 tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,31 persen, sehingga mencapai angka 101,66. Peningkatan ini dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu bulan Juli 2024. Merry, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, menjelaskan dalam sebuah konferensi pers di Manokwari bahwa faktor utama penyebab kenaikan nilai tukar petani (NTP) adalah bertambahnya indeks harga yang diterima oleh petani. Kenaikan tersebut mencapai 0,35 persen, yang jauh lebih tinggi daripada kenaikan pada indeks harga yang dibayar oleh petani yang hanya sebesar 0,04 persen. Lebih lanjut, Merry menyampaikan bahwa indeks harga yang diterima petani kini berada pada angka 117,15, sedangkan indeks harga yang dibayar untuk produksi mencapai 115,24. Dua sub sektor utama berkontribusi positif terhadap meningkatnya NTP di Papua Barat. Sub sektor tersebut adalah perikanan dan tanaman perkebunan rakyat. Ada empat komoditas utama dari kedua sektor tersebut yang berperan dalam kenaikan indeks harga yang diterima petani pada bulan Agustus 2024. Komoditas tersebut terdiri dari ikan cakalang, cabai rawit, ketimun, dan kakao. Merry mencatat bahwa NTP di sektor perikanan naik sebesar 2,39 persen, sementara NTP pada sektor tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan 0,52 persen jika dibandingkan dengan bulan lalu. Peningkatan nilai tukar petani di Papua Barat beriringan dengan perbaikan pada nilai tukar usaha petani (NTUP), yang juga mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen menjadi 106,48 pada periode yang sama. Kenaikan ini didukung oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,35 persen, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan indeks biaya produksi serta penambahan barang modal yang hanya naik 0,22 persen. Dalam konteks ini, Merry menegaskan bahwa indeks harga yang diterima oleh petani saat ini telah naik menjadi 117,15, sementara biaya produksi dan penambahan barang modal tercatat naik menjadi 110,03. Peningkatan ini mencerminkan kondisi yang semakin membaik bagi para petani di daerah tersebut. ANTARA