BORNEONEWS, Kasongan - Demplot bawang merah milik Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, panen.

Menurut Kepala BP3K Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP3K) Kecamatan Pulau Malan, Uji Santoso membenarkan jika demplot bawang merah di wilayahnya itu sudah dipanen.

"Hasil peaenan bawang merah kemarin cukup lumayan, dari 10 kg bibit menjadi 50 kg," sebut Uji Santoso, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, demplot bawang merah itu ditanam pada lahan lempung berpasir seluas 10 X 10 meter.

Saat itu tanam bawang merah ini menggunakan sistim guludan dengan mulsa di atas tanah untuk menekan biaya produksi, seperti pengendalian gulma.

Uji Santoso mengaku jika perlakuan tanaman bawang merah tersebut menggunakan beberapa pupuk, seperti pupuk kandang kotoran ayam, kemudian TSP, NPK dan viorganik.

Sementara untuk mengantisipasi serangan jamur tanaman disemprot Fungisida.

"Yang jelas ujicoba demplot kami bisa dikatakan berhasil. Sebab hampir tidak ada kendala berarti seperti serangan penyakit maupun hama," sebutnya.

Uji mengaku demplot bawang merah tersebut dipanen pada usia tanaman mencapai 60 hari atau dua bulan. 

"Kalau masa tanamnya sebenarnya tergantung varietasnya dan keadaan tanahnya itu sendiri, yang jelas bawang merah siap dipanen ketika daunnya sudah mulai layu," sebutnya.

Rencananya, hasil panenan demplot tersebut akan dijadikan bibit kembali untuk ditanam di lahan lebih luas lagi.

Endar, PPL di Kecamatan Pulau Malan mengimbau masyarakat petani agar bisa membudidayakan tanaman bawang merah ini.

"Sebab dari ujicoba demplot kami kemarin hasilnya lumayan bagus, dan umbinya juga besar-besar. Dan bawang merah sejauh ini harga di pasaran cukup tinggi, sehingga jika memang dobudidayakan dengan baik maka akan bisa menghasilkan produksi yang baik pula," katanya. (ABDUL GOFUR/m)