AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Masyarakat negeri Rutong di kota Ambon melaksanakan kegiatan penanaman anakan pohon sagu dan kelapa sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian serta melestarikan lingkungan. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Persekutuan Kasih Warga Rutong (Persiwaru) dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Ketua Persiwaru Kota Ambon, Jacky Talahatu, menjelaskan bahwa pohon sagu memiliki nilai penting baik dari segi sejarah maupun ekonomi bagi warga Rutong. Ia menekankan bahwa pohon sagu bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga merupakan simbol kehidupan masyarakat Maluku, khususnya bagi mereka yang tinggal di negeri Rutong. Penanaman pohon sagu diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Dalam penjelasannya, Jacky juga menyiratkan bahwa penanaman pohon sagu yang dilakukan merupakan bagian dari warisan sejarah. Menurutnya, sejarah mencatat kedatangan orang Rumahkay yang pertama kali berlayar menggunakan *gosepa* (perahu tradisional) dan menancapkan pohon sagu di lokasi pantai Rutong. Hingga saat ini, pohon sagu tersebut masih tumbuh dengan baik di daerah itu. Tidak hanya pohon sagu, sebanyak 30 anakan pohon kelapa juga ditanam dalam kegiatan ini. Jacky menambahkan bahwa ke depannya, pihaknya berencana untuk memfasilitasi penanaman lebih banyak lagi pohon kelapa sebagai pelengkap keberadaan pohon sagu. Ia menyatakan, "Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hasil panen kelapa nantinya bisa dijual di pasar, memberikan pendapatan tambahan bagi mereka." Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, juga mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Persiwaru. Dia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah penting dalam partisipasi masyarakat untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik. Penanaman kedua jenis pohon tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan harapan bahwa di masa depan, pohon-pohon ini akan menjadi sumber pangan dan penghasilan yang berkelanjutan. Rutong dikenal sebagai kawasan dengan hutan sagu terbesar di Pulau Ambon, sehingga usaha pelestariannya sangat diperlukan untuk masa depan generasi berikutnya. Reza menambahkan, "Melalui penanaman pohon sagu ini, kami ingin meneladani langkah-langkah yang diambil oleh para leluhur, serta secara simbolis menjaga kelangsungan sumber daya alam untuk generasi mendatang." Kegiatan ini tidak hanya mencakup aksi penanaman, tetapi juga disertai dengan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Persiwaru untuk periode 2024 - 2027. Di acara tersebut, peserta juga menikmati *patita* atau makan bersama serta menyaksikan atraksi seni dan budaya lokal. ANTARA