BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat** Penjabat Bupati Bangka, M Haris, menegaskan larangannya kepada masyarakat setempat agar tidak membakar sampah secara sembarangan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan yang lebih luas, terutama ketika cuaca sedang panas. Permintaan tegas ini disampaikan di Sungailiat pada hari Senin, berkaitan dengan insiden kebakaran yang terjadi pada hari Minggu, saat lahan seluas lebih dari dua hektare terbakar di Dusun Tutut Pemali hanya karena tindakan membakar sampah yang tidak bertanggung jawab. M Haris mengingatkan bahwa pada kondisi cuaca yang kering dan panas, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. "Saya berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitar yang rawan terbakar. Jangan sekali-kali membakar sampah, dan lebih baik hindari juga membuang puntung rokok sembarangan," tegasnya. Lebih lanjut, Bupati M Haris menyarankan agar sampah yang sudah dikumpulkan sebaiknya ditunda untuk dibakar. Dia juga mendorong warga untuk memisahkan antara sampah organik dan non-organik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sementara sampah non-organik sebaiknya didaur ulang untuk meminimalisir dampak lingkungan. Bupati juga meminta kepada perangkat desa untuk secara aktif mengingatkan warganya agar tidak melakukan tindakan sembarangan seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan api. Selaras dengan itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satpol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang memaksimalkan peran relawan kebakaran yang ada di setiap desa. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kebakaran sekaligus mempermudah alur komunikasi. "Dalam setiap desa, kami sudah merekrut relawan kebakaran yang siap memberikan bantuan. Dengan melibatkan masyarakat, mereka dapat memberikan pertolongan sebelum kami tiba di lokasi, mengingat jumlah petugas Damkar kami terbatas dan terkendala oleh jarak yang jauh," ujarnya. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 16 peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bangka, dengan total luas yang terbakar mencapai sekitar 15 hektare. Kejadian tersebut meliputi wilayah Kecamatan Sungailiat, Belinyu, Riau Silip, serta beberapa kecamatan lainnya. Situasi ini menunjukkan perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat demi menjaga lingkungan dan mencegah bencana yang lebih besar. ANTARA