JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan bahwa digitalisasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong inovasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di berbagai sektor. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima audiensi perwakilan dari Digital Transformation Center (DTC) Institut Teknologi Bandung (ITB) di kediaman resminya. Kedatangan perwakilan DTC tersebut terjadi pada hari Senin yang lalu. Wapres mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus memberikan penghargaan terhadap upaya DTC dalam mempercepat proses digitalisasi di Indonesia. Ia meyakini bahwa keberadaan digitalisasi menjadi kunci untuk mendorong kemajuan inovasi di semua lini kehidupan. Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa pengembangan SDM harus menjadi prioritas utama, terutama di tengah meningkatnya angka pengangguran di tanah air. Dalam catatannya, Wapres menyatakan bahwa sejumlah institusi pendidikan formal belum sepenuhnya mampu untuk menghasilkan SDM yang sesuai dengan tuntutan yang ada di dunia kerja saat ini. “Jumlah pengangguran di negara kita sepertinya terus bertambah, meskipun hal ini perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, perubahan besar sedang dilakukan, terutama di sektor pendidikan politeknik," tuturnya. Di era perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki SDM dan kebutuhan pasar kerja berpotensi menimbulkan kesenjangan yang lebih lebar. Wapres menegaskan pentingnya melakukan pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja yang ada, serta memberikan kesempatan bagi mereka yang selama ini tertinggal untuk dapat beradaptasi. “SDM yang kita miliki saat ini mulai tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka kesenjangan ini akan semakin melebar,” jelasnya. Wapres juga menekankan perlunya adanya *reskilling* bagi para tenaga kerja. Selain itu, dia menyampaikan pentingnya untuk mengembangkan produk-produk baru serta meningkatkan kualitas produk-produk lama agar tetap relevan dan kompetitif di pasar. Melalui inisiatif dari DTC, Wapres berharap bahwa transformasi digital yang diusung dapat menghasilkan sejumlah inovasi yang signifikan, terutama dalam mendukung pengembangan SDM di Indonesia. Ia menegaskan bahwa negara ini tidak bisa lagi hanya bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA), tetapi perlu memastikan bahwa SDM yang ada harus berkualitas dan memiliki pengetahuan yang cukup. “Meskipun kita memiliki banyak SDA, kita akan tertinggal jika SDM-nya tidak disiapkan dengan baik,” tegas Wapres. Dia berpendapat bahwa saat ini bukan hanya tugas individu, melainkan upaya kolektif untuk merubah keadaan dan mengedepankan ilmu pengetahuan serta inovasi yang terus berkembang. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan SDA semata,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif DTC ITB, Agus Budiyono, menjelaskan misi DTC yang bertanggung jawab untuk mengawal proses transformasi digital di berbagai sektor, termasuk di kementerian, lembaga, BUMN, serta masyarakat luas. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan nilai inovasi di masyarakat Indonesia. “Kita merupakan anggota G20, tapi peringkat dalam inovasi global kita saat ini berada di posisi 75. Jadi, program pengembangan SDM harus terus dilakukan, dan kami di DTC berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan SDM di Tanah Air,” ungkap Agus. Dalam pertemuan tersebut, juga hadir sejumlah tamu penting seperti Senior Business Advisor DTC ITB, Iduanto, Deputi Direktur DTC ITB, Rizky Andrika, Wakil Kepala Pustekhan ITB, Djarot, serta Direktur Pengembangan SDM DTC ITB, Siti Nur Azizah, dan Direktur Utama PT LAPI Ganesha ITB, Harry Fardiman. Sebagai pendamping Wapres, hadir pula Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Suprayoga Hadi, serta beberapa Staf Khusus Wapres di bidang komunikasi, informasi, umum, politik, dan hubungan kelembagaan. ANTARA