JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak untuk mendirikan partai politik. Hal ini disampaikannya sebagai tanggapan terhadap rencana mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, yang berkeinginan untuk membentuk partai baru setelah memilih untuk tidak ambil bagian dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Menurut Ace, partisipasi dalam dunia politik seharusnya melalui jalur partai politik yang terorganisir. Ia menekankan pentingnya pengelolaan partai, bukan hanya sekadar keinginan untuk berkuasa. Dalam pandangannya, semua pihak harus dipersilakan untuk menggunakan hak mereka dalam mendirikan partai politik. "Kita harus mengembalikan hak individu untuk mendirikan parpol," ujarnya saat konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta. Selain itu, Ace juga mengomentari pernyataan Anies yang menyatakan bahwa banyak partai politik saat ini terjebak dalam pengaruh kekuasaan tertentu. Ia menjelaskan bahwa koalisi antarapartai terus terjalin, dan masing-masing partai memiliki kebijakan yang berbeda. Ace memperingatkan Anies agar tidak memiliki persepsi bahwa partai politik terpengaruh oleh pihak luar atau kekuasaan. "Sebelum menyimpulkan, publik harus menilai apa yang dikembalikan kepada rakyat. Setiap partai politik memiliki kebijakan yang menjadi tanggung jawabnya," tambah Ace. Ia juga menyinggung posisi Partai Golkar yang selama ini terlibat dalam pemerintahan, di mana kebijakan yang diusung selalu mengacu pada semangat pengabdian terhadap masyarakat. "Kami memiliki visi dan misi jelas serta kebijakan tersendiri dalam menjalankan berbagai keputusan yang diambil," ujarnya menambahkan. Sebelumnya, Anies Baswedan mengungkapkan niatnya untuk membentuk organisasi masyarakat (ormas) atau partai baru setelah tidak lagi terlibat dalam kontestasi Pilkada 2024. Dalam sebuah sesi *live streaming* pada akun YouTube-nya, ia menyatakan, "Apabila untuk mengumpulkan semua semangat perubahan yang semakin terasa setiap hari, maka membangun ormas atau partai baru mungkin menjadi jalan yang perlu kami ambil." Anies merinci bahwa keinginan untuk mendirikan partai muncul dari pengamatannya terhadap masyarakat yang mendambakan sistem demokrasi yang lebih adil dan inklusif. Ia juga mengidentifikasi meningkatnya keresahan di masyarakat terkait kepentingan politik dari kelompok elit tertentu. ANTARA