DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian bayi di tanah air adalah kelahiran prematur. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Ngoerah pada hari Senin. Setiap tahunnya, tercatat sekitar 78 ribu bayi meninggal dunia dari total 4,6 juta kelahiran di Indonesia. Angka kematian bayi yang tinggi ini paling sering terjadi di pulau Jawa, yang merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk terbesar di negara ini. Di samping kelahiran prematur, pernikahan dini juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan ibu hamil. Menurut Budi, pernikahan yang terjadi terlalu cepat seringkali menyebabkan komplikasi pada kehamilan, yang mengakibatkan bayi lahir sebelum usia kehamilan yang ideal, yaitu di bawah 37 minggu. Untuk menurunkan angka kematian bayi, pemerintah telah merumuskan strategi dalam perawatan bayi berdasarkan kategori berat badan saat lahir. Namun, Menteri Kesehatan tidak memberikan rincian spesifik mengenai mekanisme tersebut. Ia menyatakan bahwa puskesmas mampu merawat bayi dengan berat di bawah 2 kilogram, fasilitas di tingkat kabupaten dan kota mampu menangani bayi di bawah 1,8 kilogram, sedangkan rumah sakit provinsi dapat merawat bayi dengan berat di bawah 1 kilogram, dan rumah sakit vertikal untuk bayi di bawah 1 kilogram. Dalam upaya mengurangi kematian bayi, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Setelah pandemi COVID-19, pemerintah menargetkan untuk mendirikan 17 rumah sakit khusus ibu dan anak di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSUP Prof. Ngoerah, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Dari total 17 rumah sakit tersebut, sebanyak 12 di antaranya sudah memulai tahap pembangunan, sementara sisanya akan dimulai pada masa pemerintahan presiden berikutnya dengan pendanaan yang sudah disiapkan. Menteri Kesehatan menekankan bahwa pembangunan rumah sakit ibu dan anak merupakan kebutuhan mendesak, mengingat tingginya angka kematian bayi di Indonesia. ANTARA