**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melaksanakan kampanye untuk mendorong generasi emas yang bebas dari stunting.
Kepala Bidang Aplikasi dan Teknologi Diskominfo Kabupaten Bogor, Dadang Imansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Dikatakan bahwa permasalahan stunting adalah tantangan yang mesti dihadapi secara serius, mengingat dampaknya yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga mengganggu perkembangan otak serta potensi mereka di masa depan.
Pemkab Bogor telah mengambil berbagai langkah untuk menurunkan angka stunting, di antaranya melalui program orang tua asuh dan penyediaan makanan tambahan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting serta ibu hamil yang termasuk dalam kategori kurang energi kronis (KEK). Kegiatan ini dilakukan secara masif di seluruh perangkat daerah dan kecamatan di Kabupaten Bogor dengan dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.
Dadang menekankan bahwa inisiatif penurunan stunting melalui program orang tua asuh menunjukkan komitmen Pemkab Bogor terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Melalui program ini, diharapkan dapat memutus mata rantai masalah stunting dengan memberikan dukungan nutrisi yang tepat, stimulasi bagi tumbuh kembang anak, serta pemantauan kesehatan yang rutin.
"Upaya ini diharapkan mampu membantu anak-anak tumbuh menjadi generasi emas yang berkualitas," ujarnya.
Sapta Dewi Anggraeni, Person In Charge (PIC) Tim Produksi Konten dan Diseminasi Informasi Bidang Kesehatan Kementerian Kominfo RI, mengungkapkan bahwa Generasi Emas (Gemas) adalah inisiatif dari Kemenkominfo untuk mendidik masyarakat serta menyebarkan informasi mengenai pentingnya mencegah stunting sebagai langkah percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Menurutnya, stunting masih menjadi masalah besar yang harus diatasi, terutama dalam konteks pertumbuhan dan perkembangan generasi muda. Ia juga menyampaikan bahwa berkat kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan sektor swasta selama sepuluh tahun terakhir, Indonesia telah mencapai kemajuan, termasuk penurunan angka kematian bayi dan prevalensi stunting dari 27,2 persen menjadi 21,5 persen pada tahun 2023.
"Melalui kegiatan Gemas ini, kami berharap agar masyarakat Kabupaten Bogor dapat berpartisipasi aktif dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah ini," tutup Sapta.
ANTARA
Kemenkominfo dan Pemkab Bogor Gencarkan Kampanye Bebas Stunting
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







