**Borneonews - Jakarta**, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan keyakinan bahwa program dan kontribusi yang telah ditetapkan oleh BUMN akan berlanjut hingga masa pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Erick mengungkapkan bahwa semua program yang telah berjalan dengan baik akan terus didorong dan dipastikan kesinambungannya.
Erick menjelaskan bahwa saat ini ia berfokus untuk menyelesaikan berbagai target yang telah ditetapkan untuk BUMN. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawabnya untuk memenuhi kepercayaan Presiden Joko Widodo dan juga sebagai landasan yang kuat bagi pemerintahan Prabowo di masa mendatang. Ia menambahkan bahwa Prabowo berkomitmen untuk melanjutkan sejumlah program yang telah dicanangkan oleh pemerintahan sebelumnya.
Sebagai ujung tombak ekonomi nasional, Erick menekankan peran BUMN untuk menjaga keberlanjutan perekonomian. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan tugas hingga bulan Oktober, serta meminta timnya untuk mulai merapikan rumah dinas sebagai simbol tanggung jawab.
Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa BUMN memiliki peran yang sangat penting tidak hanya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menjamin keseimbangan ekonomi secara keseluruhan. Berbagai program ekonomi kerakyatan yang digagas oleh BUMN menunjukkan komitmen tersebut, di antaranya program ekosistem pertanian Makmur, Pasar Digital UMKM, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Erick menekankan bahwa tujuan BUMN adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang kurang mampu. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa lebih dari 90 persen pendanaan untuk UMKM berasal dari BUMN, yang menunjukkan upaya nyata untuk membantu mengangkat masyarakat dari kemiskinan.
Sejak tahun 2020 hingga 2023, di bawah kepemimpinan Erick, kontribusi BUMN dalam bentuk dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PBNP) tercatat mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp1.940 triliun. Dalam hal penerimaan pajak, kontribusi BUMN terus menunjukkan tren positif, yang dimulai dari Rp247 triliun pada tahun 2020, meningkat menjadi Rp457 triliun pada tahun 2023.
Selain angka pajak, dividen BUMN juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari Rp44 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp81 triliun pada tahun 2023. Dengan kinerja yang baik ini, target dividen BUMN pada tahun 2025 diharapkan dapat mencapai Rp90 triliun, meningkat 160 persen dari sebelumnya.
Total aset BUMN kini tercatat sebesar Rp10.402 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 7,8 persen per tahun sejak tahun 2020 yang sebesar Rp8.312 triliun. Di sisi lain, total ekuitas BUMN juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, mencapai Rp3.444 triliun dengan laju kenaikan sebesar 12 persen per tahun. Pendapatan BUMN pada tahun 2023 tercatat Rp2.933 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan Rp1.930 triliun pada tahun 2020, dan laba bersihnya melonjak 11,2 persen menjadi Rp327 triliun dari Rp13 triliun pada tahun 2020.
ANTARA
Kontribusi BUMN yang Signifikan untuk Pemerintahan Prabowo
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Komentar (0)
Memuat komentar…







