BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah melaksanakan penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat bencana yang ditujukan kepada masyarakat di daerah tersebut. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, bantuan air bersih sebenarnya telah mulai disalurkan sebelum penerapan masa tanggap darurat, sesuai dengan usulan dari masyarakat. Namun, saat ini, distribusi bantuan dilakukan secara lebih masif ke wilayah-wilayah yang mengalami dampak kekeringan lebih serius. Hasil mitigasi dari tim kaji cepat menunjukkan bahwa beberapa kecamatan mengalami kekeringan parah, yang mengakibatkan kesulitan bagi penduduk dalam mendapatkan air, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk pertanian. Pada hari ini, sejumlah truk tangki berkapasitas 5.000 liter masing-masing mengantarkan air bersih ke lokasi-lokasi yang membutuhkan, di antaranya di Kampung Bedeng RT 009/005, Desa Medalkresna di Kecamatan Bojongmangu. Distribusi air bersih juga dilakukan di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Desa Jayasakti di Kecamatan Muaragembong, serta Desa Sukawangi dan Sukakerta di Kecamatan Sukawangi, dan Desa Bantarjaya di Kecamatan Pebayuran. Muchlis menekankan bahwa bantuan ini akan terus dilakukan hingga masa tanggap darurat berakhir atau diperpanjang, bergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Ahmad Syarifudin, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana di Kecamatan Pebayuran, menjelaskan bahwa sebanyak 5.000 liter air bersih telah berhasil didistribusikan kepada 120 Kepala Keluarga yang terdampak kekeringan di Kampung Bubulak, RT 02 dan RT 03, Desa Bantarjaya. Pendistribusian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah situasi bencana di mana banyak sumur yang telah kering selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh petugas di lapangan, Desa Bantarjaya menjadi wilayah yang paling parah terdampak kekeringan di Kecamatan Pebayuran, khususnya di Kampung Bubulak, sementara desa-desa lain belum mengalami dampak yang signifikan. Doyok (42), seorang warga Kampung Bubulak, mengungkapkan rasa syukur atas pendistribusian bantuan dari BPBD, mengingat sulitnya akses air bersih saat ini. Ia berharap ke depan, selain mendapatkan air bersih, masyarakat juga dapat menerima bantuan air minum siap saji, karena air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. ANTARA