BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kekisruhan yang terjadi antara warga dan Kepala Desa Runtu, Juhlian Syahri yang berujung pengusiran sang kades dari kantornya oleh warga seperti yang nampak dalam video viral yang beredar di kalangan warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin, 2 September 2024 mendapat tanggapan dari jajaran pimpinan.
Sekda Kobar Rody Iskandar mengaku sudah memerintahkan pihak Kecamatan Arut Selatan untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini.
"Saya sudah memerintahkan pada Camat Arsel untuk mengambil langkah persesuasif dengan semua pihak. Prinsipnya permasalahan ini jangan sampai menganggu pelayanan pada masyarakat oleh pemerintahan Desa Runtu," jelas Sekda.
Sore harinya di halaman Kantor Camat Arsel, Sekretaris Camat Arsel Neneng Imat bersama Danramil 1014/01 Arsel Kapten Czi Yunus dan Kapolsek Arsel AKP Saifullah menjelaskan pihaknya sudah mengambil tindakan segera agar bisa didapatkan solusi terbaik penyelesaian masalah.
"Menanggapi permasalahan yangbterjadi di Desa Runtu, rencananya Selasa, 3 September 2024 siang bakal digelar rapat yang dipimpin oleh Bapak Camat Arsel bersama pihak terkait dan Kades Runtu," jelas Sekcam.
Rapat tersebut dilakukan dengan tujuan agar bisa didapatkan solusi terbaik agar kondisi di desa tetap kondusif.
"Jangan sampai masalah yang terjadi mengganggu roda pemerintahan desa. Walau tadi warga sempat melakukan penyegelan kantor desa, namun besok kami pastikan pelayanan pada masyarakat akan terus berjalan," jelasnya.
Selain itu pihaknya mengimbau pada masyarakat untuk bisa menjaga situasi dan tidak mudah terprovokasi.
"Jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai merusak aset dan ujung-ujungnya pasti akan merugikan warga desa Runtu sendiri," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









