BORNEONEWS, Seruyan - Satuan personel gabungan terdiri dari aparat Polres Seruyan bersama Polsek Seruyan Hilir terus melakukan perburuan terhadap para pengedar obat jenis charnophen alias Zenith di Kuala Pembuang.
Setelah menangkap lima orang tersangka pengedar Zenith pada lokasi dan waktu berbeda dengan menggelar jumpa pers, Kamis (14/7) pagi, di Mapolres, pihak kepolisian setempat kembali membekuk dua orang tersangka baru untuk kasus serupa pada hari yang sama, Kamis (14/7/2016) malam.
“Dua orang tersangka baru pengedar Zenith tadi malam kami tangkap. Tapi mohon maaf, Pak, untuk informasi lebih jelasnya, silahkan tanyakan langsung ke Polres karena untuk dua tersangka baru ini proses penyidikan langsung ditangani mereka. Kami dari polsek tidak berani memberikan keterangan kepada media. Berapa jumlah barang buktinya, dari mana asal barangnya diperoleh atau siapa tersangkanya,” kata Kanit Binmas Polsek Seruyan Bripka Norapandi saat disambangi di Mapolsek Seruyan Hilir, Jum’at (15/7).
Sementara itu, saat gelar jumpa pers terkait hasil pengungkapan kasus peredaran zenith yang dipimpin Kabag Ops Polres Seruyan AKP Masharsono, Kabag Ops dengan dengan tegas mengatakan, pihaknya dari kepolisian menyatakan perang terhadap peredaran Zenith.
“Tidak ada ampun bagi para pengedar yang tertangkap tangan menjual obat jenis itu. Karena dampak efeknya sangat membahayakan bagi pengunanya,” tegas Masharsono kepada media, Kamis (14/7).
Terkait maraknya penangkapan tersangka dengan diamankannya sejumlah barang bukti yang didapat saat dilakukan penggerebekan, Masharsono mengimbau masyarakat agar bisa berperan serta membantu pihak kepolisian untuk bersama-sama menanggulangi peredarannya.
“Informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan. Silakan laporkan informasinya, maka akan kita tindaklanjuti,” saran dia.
Alasan pihak kepolisian menggandeng keterlibatan masyarakat dalam penanganan dan penuntasan kasus peredaran jenis obat yang masuk dalam daftar G tersebut, menurut Masharsono, mengingat para pemakainya tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja, melainkan para pelajar. Tidak terkecuali juga dikonsumsi oleh para pelajar.
“Memang untuk harga beli obat tersebut terbilang cukup murah sehingga otomatis banyak orang yang meminatinya. Hanya saja, yang kita pikirkan disini adalah dampaknya, terutama oleh para pemakainya. (PARNEN/m)








