**Borneonews - Jenewa**, Komite Internasional Palang Merah (*International Committee of the Red Cross* atau ICRC) mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terkait perlakuan terhadap tahanan Palestina di sejumlah tempat penahanan yang dikelola oleh Israel.
Seorang juru bicara dari ICRC menyatakan, "Kami sangat khawatir tentang laporan terbaru yang menunjukkan adanya perlakuan yang tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina dalam fasilitas penahanan Israel." Ia menekankan bahwa setiap tahanan, tanpa memandang siapa mereka dan di mana mereka berada, berhak untuk diperlakukan secara layak dan bermartabat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa prinsip perlakuan manusiawi terhadap tahanan merupakan peraturan hukum internasional yang harus dipatuhi di penjara-penjara di Israel serta di wilayah Palestina yang berada di bawah pendudukan. ICRC berkomitmen untuk terus mengingatkan pihak berwenang mengenai pentingnya mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, telah mendesak Israel untuk memfasilitasi kunjungan dan pemantauan langsung terhadap kondisi tahanan Palestina. Namun, perwakilan ICRC mengemukakan bahwa akses untuk melakukan kunjungan telah dihentikan sejak 7 Oktober tahun lalu, bertepatan dengan meletusnya konflik di Jalur Gaza.
"Sejak itu, kami tidak dapat mengunjungi tahanan Palestina yang berada di fasilitas penahanan Israel," ungkapnya. Ia menekankan komitmen ICRC untuk melanjutkan kunjungan berkala demi memantau perlakuan terhadap tahanan serta kondisi di dalam penjara.
"Ini tetap menjadi prioritas kami di Israel dan wilayah yang mereka duduki," tambahnya, menunjukkan keseriusan ICRC dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
ANTARA
ICRC Keprihatinan Terhadap Perlakuan Tahanan Palestina di Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
Komentar (0)
Memuat komentar…







