**Borneonews - Kendari**, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang lebih dikenal dengan sebutan Bumi Anoa, mengalami tingkat inflasi yang tercatat sebesar 1,62 persen pada bulan Agustus 2024. Angka ini terkait dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 106,33.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Surianti Toar, inflasi tertinggi terjadi di kota Baubau dengan angka inflasi mencapai 2,01 persen dan IHK sebesar 106,61. Sementara itu, inflasi terendah dicatat di Konawe, yaitu sebesar 0,88 persen dengan IHK 105,88.
Surianti mengungkapkan bahwa peningkatan inflasi di Sultra disebabkan oleh adanya kenaikan harga yang terlihat dari meningkatnya indeks pada kelompok pengeluaran. Contohnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 4,03 persen. Selain itu, kelompok transportasi mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen, sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 2,25 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan yang menunjukkan angka 1,06 persen.
Lebih lanjut, pada kelompok penyediaan makanan dan minuman, terdapat kenaikan sebesar 2,30 persen, diikuti oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,93 persen.
Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau meliputi beras dengan kontribusi sebesar 0,67 persen, diikuti oleh rokok kretek mesin sebesar 0,44 persen, serta terong dan gula pasir masing-masing sebesar 0,07 dan 0,06 persen. Beberapa komoditas lain seperti sigaret putih mesin, sigaret kretek tangan, bayam, cabai rawit, kangkong, jagung muda, dan mie kering instan, masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen.
Dari sisi transportasi, komoditas mobil menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen. Selain itu, sepeda motor dan pelumas mesin, masing-masing berkontribusi sebesar 0,04 persen dan 0,02 persen. Angkutan laut, bensin, kendaraan sewa, dan angkutan dalam kota masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.
Pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, mainan anak-anak menjadi faktor penyumbang dengan inflasi sebesar 0,02 persen, sementara tas sekolah dan rekreasi masing-masing berkontribusi sebesar 0,01 persen. Dalam kelompok pendidikan, biaya bimbingan belajar dan uang kuliah akademik masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen, serta uang sekolah dengan kontribusi 0,01 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks. Kelompok pakaian dan alas kaki turun sebesar 1,16 persen, sedangkan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menurun 0,51 persen. Selain itu, peralatan dan pemeliharaan rumah tangga mengalami penurunan 0,27 persen, diikuti oleh kelompok kesehatan yang turun sebesar 0,07 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan penurunan 0,74 persen.
ANTARA
Inflasi Sultra Capai 1,62 Persen pada Agustus 2024, Penyebab dan Dampak
Bagikan:

KENDARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







