**Borneonews - Kuala Lumpur**, Malaysia dan Selandia Baru kembali menegaskan komitmen bersama mereka dalam meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan regional melalui mekanisme *Five Power Defence Arrangements* (FPDA). Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, pada hari Senin. Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua pemimpin sepakat bahwa pesawat baru P-8A Poseidon yang dimiliki oleh Angkatan Udara Kerajaan Selandia Baru akan berpartisipasi dalam latihan pesawat patroli maritim di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia di Butterworth, Penang. Aktivitas ini merupakan bagian dari rangkaian latihan FPDA yang direncanakan di masa depan. Anwar dan Luxon menegaskan bahwa FPDA merupakan komitmen pertahanan jangka panjang yang tetap relevan dengan kepentingan strategis masing-masing negara. FPDA telah ada sejak tahun 1971 melalui serangkaian nota bilateral yang ditandatangani oleh Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Inggris. Kesepakatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan pertahanan eksternal kepada Malaysia dan Singapura. Kedua pemimpin negara mengakui hubungan pertahanan yang telah terjalin lama di antara mereka sejak Perang Dunia II. Oleh karena itu, mereka menekankan pentingnya untuk terus memelihara kerja sama bilateral dalam sektor pertahanan. Malaysia dan Selandia Baru juga melakukan pembaruan terhadap Pengaturan Kerja Sama Pertahanan bilateral yang telah ada sejak tahun 1996. Selain itu, mereka berencana untuk menjajaki kemungkinan penyelenggaraan Dialog Pertahanan Trek 1.5, yang diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kerjasama strategis mereka. Dalam pertemuan yang berlangsung di Putrajaya tersebut, kedua perdana menteri juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam memerangi terorisme, pencegahan ekstremisme, serta kekerasan. Mereka sepakat untuk bekerja sama dalam menghadapi kejahatan terorganisir transnasional, termasuk melalui pengembangan kapasitas dan pertukaran pakar di antara kedua negara. Kunjungan Perdana Menteri Luxon ke Malaysia berlangsung selama tiga hari, sejak 1 hingga 3 September 2024. Ini adalah kunjungan pertama yang dilakukannya ke negara tersebut setelah dilantik sebagai Perdana Menteri Selandia Baru pada bulan November 2023. Kunjungan ini menunjukkan niat kedua negara untuk memperkuat hubungan dan kerjasama di berbagai bidang, terutama dalam pertahanan. ANTARA