BORNEONEWS,Kasongan- Dua warga Kabupaten Katingan meninggal dunia selama Operasi Ramadniya sejak 30 Juni hingga 15 Juli 2016.
"Selama operasi Ramadniya Telabang dari 30 Juni sampai dengan 15 Juli hari ini, di Katingan ada tujuh kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak dua orang," sebut Kabag Ops Polres Katingan Kompol Sumarsono, Jumat (15/7).
Menurutnya, satu warga meninggal dunia karena kasus kecelakaan lalulintas saat mudik lebaran, yaitu terjadi di Jalan Soekarno-Hatta arah Pendahara dengan korban atas nama Mursiyah (50) warga Desa Samba Bakumpai.
Mursiyah mengalami kecelakaan lalulintas hingga menyebabkan korban mennggal dunia ini pada Senin (4/7/2016).
Sementara satu warga meninggal dunia lainnya dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan. Korban meninggal adalah bernama Taji bin Sudianus (22) warga Desa Tumbang Mandurei Kecamatan Marikit.
Korban meninggal dunia di depan rumah Bodet alias mama Mandit Desa Tumbang Pariyei Rt02 Kecamatan Katingan Tengah Selasa (5/7) pukul 22.00 Wib.
Saat itu korban dalam keadaan mabuk berat membawa senjata tajam mengajak berkelahi saudara Popi Wanigara alias Popi (24) warga Desa Tumbang Pariyei Rt01 Kecamatan Katingan Tengah dan juga Oder.
Perkelahian pun terjadi antara korban dan Oder. Melihat itu, terlapor/Popi yang juga mabuk karena minuman keras masuk ke rumah mengambil parang untuk kemudian membacok kepala korban hingga tewas. Pelaku kemudian menyerahkan diri ke rumah Ketua BPD setempat.
Sementara lima kasus lainnya adalah, satu kasus kecelakaan lalulintas di Jalan Trans Kalimantan antara Kereng Pangi-Sampit, namun tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Kemudian kasus penganiayaan di Kecamatan Katingan Hilir, namun juga tidak menyebabkan korban jiwa.
"Lainnya kasus KDRT di Kasongan Kecamatan Katingan Hilir dan di Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah juga menghiasi dalam operasi Ramadnia 2016 ini," sebut Kabag Ops Polres Katingan Sumarsono. (ABDUL GOFUR/m)








