JAKARTA –
**Borneonews - Bled, Slovenia**, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, pada Senin (2/9), menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat proses integrasi negara-negara di Balkan Barat ke dalam Uni Eropa. Ia menggarisbawahi pentingnya kawasan tersebut dalam peta geopolitik Eropa. Dalam pidato di Forum Strategis Bled yang ke-19, von der Leyen menyatakan bahwa masa depan wilayah Balkan Barat adalah bagian dari Uni Eropa. Ia berjanji untuk mempercepat proses perluasan keanggotaan Uni Eropa selama masa jabatannya yang akan datang. “Sejarah mencatat bahwa Balkan Barat sering menjadi persimpangan antara Timur dan Barat, serta antara Utara dan Selatan. Namun, generasi baru di kawasan ini telah memilih untuk mengambil jalan yang berbeda, yaitu menjadi bagian dari keluarga Eropa yang bersatu,” ujarnya. Pernyataan von der Leyen juga menegaskan tekad Uni Eropa untuk melawan pengaruh eksternal. Ia mengkritik kepemimpinan Rusia yang terus berpegang pada masa lalu dan menolak kenyataan saat ini. “Setiap kali ada kemajuan menuju rekonsiliasi dan integrasi regional di Balkan Barat, Kremlin berusaha untuk menghidupkan kembali konflik yang lama,” tambahnya. Meskipun demikian, von der Leyen menegaskan bahwa mayoritas penduduk di Balkan Barat mendukung integrasi ke dalam Uni Eropa. “Sebagian besar rakyat di kawasan ini tidak menginginkan perpecahan. Yang mereka inginkan adalah integrasi, dan itu harus kita wujudkan untuk mereka,” katanya dengan tegas. Dalam konteks keamanan kolektif, von der Leyen menunjukkan bahwa perluasan keanggotaan Uni Eropa merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperkuat stabilitas kawasan. “Perluasan adalah investasi dalam kekuatan dan keamanan kolektif kita. Kami menginginkan Eropa yang kuat, kompetitif, dan aman, yang mencakup Balkan Barat serta Ukraina dan Moldova sebagai bagian dari Uni Eropa,” jelasnya. Ia juga mencatat kemajuan yang telah dicapai selama masa jabatannya, seperti dimulainya pembicaraan aksesi dengan Albania, Makedonia Utara, Ukraina, dan Moldova. Selain itu, von der Leyen menyatakan optimisme bahwa Bosnia dan Herzegovina juga akan segera menyusul dalam proses ini. Melihat ke depan, von der Leyen berkomitmen untuk mempercepat proses perluasan dengan rencana untuk menunjuk seorang Komisaris Khusus yang akan menangani isu-isu terkait perluasan. “Perluasan harus menjadi pekerjaan penuh waktu yang memerlukan perhatian penuh. Oleh karena itu, saya akan menunjuk seorang Komisaris Khusus untuk Perluasan. Mari kita bersama-sama menulis sejarah baru,” ujarnya. Von der Leyen mengajak negara-negara di Balkan Barat untuk terlibat aktif dalam membentuk masa depan Uni Eropa yang lebih baik. ANTARA