**Borneonews - Jakarta**, Dalam sepekan kemarin, sejumlah peristiwa ekonomi yang signifikan terjadi di Indonesia, di antaranya adalah kondisi deflasi dan pencapaian dalam kesepakatan bisnis pada Forum Indonesia-Afrika (IAF) yang berlangsung pada tahun 2024. Selain itu, utang negara juga tetap terjaga meskipun ada banyak tantangan.
Pertama, mengenai deflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indonesia telah mengalami deflasi selama empat bulan berturut-turut sejak awal tahun 2024. Fenomena ini sebagian besar disebabkan oleh pasokan barang yang melimpah di pasar. Kondisi ini memang menunjukkan adanya keseimbangan antara pasokan dan permintaan yang positif bagi perekonomian.
Selanjutnya, pada acara IAF ke-2 yang diadakan pada tahun 2024, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencatatkan kesepakatan bisnis mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara di benua Afrika.
Di sisi lain, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa utang Indonesia saat ini relatif terjaga. Hal ini terjadi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kesehatan sektor keuangan negara menjadi fokus utama agar Indonesia dapat tetap beradaptasi dengan dinamika ekonomi global.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, juga menyampaikan bahwa kontribusi fiskal dari BUMN semakin meningkat, hampir mencapai Rp2 ribu triliun. Peningkatan kontribusi ini melalui setoran dividen, pajak, serta penerimaan negara bukan pajak dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan peran BUMN dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Terakhir, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk memangkas daftar saham yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme *short selling*. Kebijakan baru ini hanya akan mencakup konstituen dari Indeks IDX30 atau LQ45, yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas pasar saham di Indonesia.
Informasi-informasi ini menjadi gambaran yang jelas mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini, di mana perbaikan dan penyesuaian terus dilakukan untuk menghadapi tantangan yang ada.
ANTARA
Deflasi Berlanjut, IAF 2024 Catat Kesepakatan Bisnis Besar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







