**Borneonews - Palangka Raya**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kini tengah memaksimalkan peran guru pendidikan anak usia dini (*PAUD*) dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kalteng, Nuryakin, yang menekankan pentingnya kontribusi tenaga pendidik dalam upaya tersebut.
Pada tahun 2021, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang menjadi landasan untuk mendorong percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah. Nuryakin menjelaskan, fokus dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan kompetensi guru PAUD agar lebih efektif dalam menjalankan peran mereka.
Para guru PAUD memiliki tanggung jawab penting dalam menjalankan proses pembelajaran bagi anak-anak usia dini. Mereka bertugas memberikan stimulasi yang tepat demi mendukung perkembangan fisik dan mental anak. Tujuan jangka panjang dari upaya ini adalah menghindarkan anak-anak dari risiko stunting dan membantu menciptakan generasi yang berkualitas serta berpotensi di masa depan.
Keberadaan tenaga pendidik di sektor PAUD sangat sentral dan strategis dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kalteng. Salah satu bentuk dukungan konkret dari pemerintah adalah peningkatan kapasitas para guru melalui bimbingan teknis (*bimtek*) yang berfokus pada strategi penanganan stunting.
Nuryakin juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melaksanakan berbagai langkah intervensi untuk menangani masalah stunting di Kalteng. Hal ini termasuk penerapan Strategi Nasional (*Stranas*) untuk Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari lima pilar kebijakan. Pilar-pilar tersebut meliputi komitmen dan visi dari pemimpin baik di tingkat nasional maupun daerah, kampanye nasional, komunikasi perubahan perilaku, konvergensi program dari pusat, daerah, dan desa, serta fokus pada ketahanan pangan dan gizi, diikuti dengan pemantauan dan evaluasi secara menyeluruh.
Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (*SKI*), angka prevalensi stunting di Kalimantan Tengah menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 26,9 persen pada tahun 2022 menjadi 23,5 persen pada tahun 2023. Hal ini menjadi harapan dalam perbaikan kondisi kesehatan anak-anak di daerah tersebut.
ANTARA
Peran Guru PAUD Diperkuat untuk Turunkan Angka Stunting di Kalteng
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







