BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Bupati Kotawaringin Barat Bambang Purwanto mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menangkap ikan di sungai dengan menggunakan bahan berbahaya seperti racun ataupun setrum.

"Apabila menangkap ikan dengan racun mau pun setrum, itu sangat berbahaya," kata Bupati.

Menurut dia, disamping berbahaya bagi yang melakukannya, menangkap ikan dengan menggunakan racun juga dapat mencemari air sungai. Sementara ikan yang didapat dari racun dan setrum, jika dikonsumsi tidak baik untuk kesehatan.

"Masyarakat juga harus waspada, membeli ikan. Bila ikan hasil setrum dan racun jangan dibeli atau dikonsumsi. Sebab pengaruhnya tidak baik untuk kesehatan," pesan dia.

Terkait bahayanya menangkap ikan dengan racun dan setrum, Bambang menyarankan kepada masyarakat atau siapa pun yang suka mencari ikan menggunakan pancing, jala maupun alat penangkap ikan lain yang diperbolehkan.

"Kita semua harus waspada untuk melakukan pengawasan terhadap yang menangkap ikan dengan racun dan setrum. Bila melihat, langsung dilaporkan ke pihak berwajib saja," cetusnya.

Sungai di Kobar, kata Bupati, memiliki peran sangat besar untuk kehidupan orang banyak. Baik untuk dikonsumsi, mandi mencuci dan keperluan lainnya. Selain itu, sungai juga menjadi tempat hidup berbagai macam jenis ikan yang bisa dikonsumsi manusia.

"Mari kita bersama – sama menjaga sungai yang ada di daerah ini, supaya tidak tercemar. Sehingga air sungai bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama," pungkasnya. (UD/m)