**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang terletak di Kalimantan Tengah, telah mengkonfirmasi bahwa kegiatan *car free day* (CFD) atau hari tanpa kendaraan akan tetap menyediakan ruang bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk berjualan di kawasan Taman Kota Sampit.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Rody Kamislam, menjelaskan bahwa pelaksanaan CFD tidak akan mengganggu aktivitas pedagang. Menurutnya, tujuan dari CFD adalah untuk menata kegiatan agar lebih teratur tanpa menghilangkan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk berpartisipasi. "CFD ini sama sekali tidak melakukan penggusuran dan tidak melakukan pelarangan, tetapi kita tata supaya lebih tertib dan lebih teratur," ujarnya saat memberikan klarifikasi mengenai rencana kegiatan tersebut.
Rody juga menjelaskan bahwa kondisi di lokasi saat ini terlihat kurang teratur, dan banyak pedagang yang berjual di tempat yang tidak seharusnya, seperti di badan jalan, trotoar, dan area taman. Oleh karena itu, penataan diperlukan agar jalur untuk berolahraga dapat digunakan dengan nyaman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya, termasuk mereka yang ingin mengakses Rumah Sakit Terapung yang berada di sekitar Taman Kota.
Selain itu, penataan lokasi parkir juga akan dilakukan secara baik untuk memastikan bahwa lalu lintas kendaraan tidak mengganggu aktivitas warga. Petugas juga akan berada di lapangan untuk mengarahkan arus kendaraan, seperti truk yang menuju Pelabuhan Sampit, agar tidak mengganggu kegiatan di lokasi CFD.
Terkait penataan para pedagang, tim gabungan telah mendata sebanyak 276 pedagang yang aktif berjualan di empat titik yang berbeda: selatan, timur, barat, dan utara kawasan Taman Kota Sampit. Para pedagang ini kemudian akan ditata di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Sebagai prioritas, 276 pedagang yang sudah ada akan diutamakan dalam perencanaan. Namun, pemerintah tidak akan melarang penambahan pedagang baru jika masih terdapat ruang yang tersedia. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap kondisi ini dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Kita mengakomodir warga untuk berolahraga, sementara pedagang hanya sebagai tambahan. Namun, harus adanya pengaturan agar tidak terjadi kekacauan. Kami ingin menjamin kenyamanan dan keamanan bagi para pelaku olahraga di area tersebut. Selama ini, sering kali terlihat kendaraan seperti sepeda motor, mobil, dan truk melintas di area ini yang dapat mencemari udara dengan asap knalpot," jelas Rody Kamislam lebih lanjut.
Kegiatan CFD dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu pagi, dari pukul 05.30 hingga 08.30 WIB. Meski demikian, para pedagang yang ingin melanjutkan penjualannya setelah waktu yang ditentukan tetap diperbolehkan untuk melakukannya.
Tim gabungan sudah melakukan sosialisasi mengenai rencana pelaksanaan CFD ini, dan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, CFD direncanakan dimulai pada hari Minggu, tanggal 15 September.
"Sosialisasi telah dilakukan selama dua minggu, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk maju lebih cepat. Banyak warga yang meminta agar CFD diawali lebih awal, yakni pada tanggal 8 September. Kami akan mempertimbangkan dan menyiapkan segala sesuatunya. Jika semua berjalan baik, maka CFD bisa dimajukan pada tanggal tersebut," demikian penutupan pernyataan Rody Kamislam.
ANTARA
Pemerintah Kotim Fasilitasi UMKM dalam Kegiatan Car Free Day
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







