BANJARMASIN –
**Borneonews - Paringin, Kalimantan Selatan** Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, telah mengambil langkah proaktif dengan membangun posko gabungan. Posko ini bertujuan untuk melakukan pemantauan serta pencegahan terkait kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (*karhutla*) serta mengatasi masalah kekeringan di daerah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menjelaskan bahwa fungsi dari posko gabungan ini adalah sebagai pusat informasi untuk memonitor setiap kejadian yang berkaitan dengan *karhutla* dan kekeringan. "Posko *karhutla* ini berfungsi sebagai posko utama kita untuk memonitor tentang informasi kalau adanya kejadian *karhutla* dan kekeringan di wilayah Balangan," ujarnya dalam sebuah pernyataan. Lebih lanjut, Rahmi menambahkan bahwa apabila terjadi tanda-tanda seperti asap atau api, petugas yang bertugas di posko tersebut akan segera bergerak cepat untuk menuju lokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk merespons dengan sigap terhadap potensi ancaman kebakaran yang dapat meluas. Posko gabungan ini juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan penting untuk menanggulangi kebakaran lahan, termasuk armada kendaraan yang dilengkapi dengan tangki air dan alat pemadam kebakaran lainnya. Dengan adanya perlengkapan tersebut, diharapkan dapat semakin menekan angka kebakaran yang terjadi. Kepala BPBD Balangan juga menjelaskan bahwa keberadaan posko gabungan ini akan dioperasikan hingga 31 Oktober 2024. Untuk memastikan efektivitas posko dalam pencegahan dan penanganan *karhutla*, sejumlah petugas dari berbagai instansi, termasuk TRC, TNI, Polri, Orari, Manggala Agni, serta perwakilan dari KPH, telah ditempatkan di lokasi tersebut. “Kita sangat berharap dengan dibangunnya posko dan keberadaan petugas yang bersiaga, apabila terjadi *karhutla* di wilayah kita, bisa segera ditangani dengan cepat dan efektif,” tutup Rahmi. ANTARA