JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo telah meminta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk segera mengajukan rencana pembangunan kantor di Ibu Kota Nusantara yang terletak di Kalimantan Timur. Permintaan ini bertujuan untuk memperkuat keberadaan organisasi LDII di ibu kota baru tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum LDII, Chriswanto Santoso, setelah ia melakukan pertemuan dengan Presiden Widodo di Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan tersebut, Chriswanto menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menginginkan agar LDII segera mengajukan proposal pembangunan kantor di IKN. "Kita diminta untuk mengajukan pembangunan kantor karena IKN ini bukanlah hak milik pribadi. Beliau berharap agar proses pembangunan kantor dapat segera dilaksanakan, sehingga LDII dapat memiliki perwakilan di sana," ungkap Chriswanto. Selain membahas pembangunan kantor, dalam pertemuan tersebut, LDII juga melaporkan kepada Presiden Widodo mengenai hasil dari Rapat Kerja Nasional (rakernas) yang berlangsung pada bulan November tahun lalu. Chriswanto berharap agar kerja sama antara LDII dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik. Ia menekankan pentingnya implementasi hasil rakernas agar tidak hanya menjadi dokumen tanpa tindak lanjut. Presiden Jokowi juga mengimbau kepada LDII untuk segera berkomunikasi dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, untuk memastikan agar kesinambungan antara LDII dan pemerintahan selanjutnya tetap terjaga. Dalam konteks ini, ia meminta LDII untuk memberikan dukungan serta berkontribusi aktif dalam pemerintahan yang akan datang. Chriswanto menyoroti pesan Presiden mengenai pentingnya stabilitas keamanan dalam proses pembangunan, di mana Jokowi menegaskan bahwa tanpa kestabilan keamanan, segala bentuk pembangunan tidak akan dapat berjalan dengan efektif. "Penting untuk menyosialisasikan dan menjaga stabilitas keamanan yang perlu diutamakan," kata Chriswanto. ANTARA