BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) mengadakan sosialisasi mengenai kebijakan perdagangan luar negeri bagi instansi terkait dan pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor. Kegiatan ini dilaksanakan di Banjarmasin untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kebijakan terbaru dalam bidang perdagangan luar negeri. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disdag Kalsel, Muhammad Syarief, menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai kebijakan ini sangat krusial bagi semua pihak yang berperan dalam perdagangan. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memastikan semua pemangku kepentingan tetap up-to-date dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku. Dalam sosialisasi tersebut, Disdag Kalsel menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan. Dengan melibatkan para ahli, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan yang akurat dan relevan. Syarief juga mencatat bahwa nilai ekspor Kalimantan Selatan mengalami penurunan yang signifikan. Pada Juli 2024, nilai ekspor tercatat mencapai 722 juta dolar Amerika Serikat (AS), mengalami penurunan sebesar 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 883 juta dolar AS. Penurunan ini menunjukkan kebutuhan akan kewaspadaan di kalangan pelaku usaha. Lima komoditas utama dari Kalimantan Selatan pada bulan yang sama adalah produk tambang, kayu, karet alam, kelapa sawit, dan perikanan. Syarief menekankan bahwa batu bara menjadi penyumbang terbesar, dengan kontribusi sebesar 90 persen dari total ekspor, menekankan betapa pentingnya sektor ini bagi perekonomian daerah. Dengan tingginya ketergantungan pada batu bara, penurunan nilai ekspor batu bara berimbas langsung pada keseluruhan nilai ekspor provinsi. Menyikapi situasi ini, Syarief menjelaskan bahwa penurunan permintaan dari negara pengimpor dan fluktuasi harga batu bara di pasar global telah memberikan dampak besar terhadap pendapatan dari sektornya. Ia juga memaparkan bahwa kebijakan perdagangan luar negeri yang diterapkan merupakan langkah strategis untuk mengatasi tantangan dalam hubungan perdagangan internasional, demi melindungi kepentingan nasional. Syarief berharap agar para eksportir dan pelaku usaha lainnya dapat berkontribusi pada kemajuan bersama, dengan meningkatkan usaha mereka, serta terus melakukan inovasi dan mencari terobosan baru dalam mengembangkan pasar ekspor. Hal ini penting untuk mendorong peningkatan devisa negara dan, pada akhirnya, untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan. ANTARA