**Borneonews - Jakarta**, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) telah menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan program *hutan lindung sosial* yang sebelumnya diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo. Program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.
Ketua Umum LDII, Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini dilakukan di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan, Kabupaten Enrekang di Sulawesi Selatan, Tanjung Selor di Kalimantan Utara, serta Provinsi Bangka Belitung. Ia mengungkapkan, "Saat ini, proses produksi telah berjalan dengan lancar."
Dalam upaya meminimalisir konflik dengan masyarakat lokal, LDII menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pengembangan program dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan masalah dengan komunitas setempat. Chriswanto menekankan bahwa berkat kolaborasi yang solid tersebut, *hutan lindung sosial* yang diupayakan oleh LDII telah mulai memberikan hasil yang positif.
Hari ini, Chriswanto melaporkan berbagai capaian tersebut dalam sebuah rapat kerja nasional yang dilaksanakan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menyampaikan harapan agar kerjasama antara LDII dan pemerintah dapat terus berlanjut. Hal ini diharapkannya agar hasil dari rakernas tidak sekadar tercatat di atas kertas, melainkan benar-benar dapat diterapkan di lapangan untuk kesejahteraan masyarakat.
ANTARA
Keberhasilan LDII dalam Program Hutan Lindung Sosial untuk Pangan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







