PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Puluhan anggota kepolisian dari Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menjalankan tugas pengamanan yang ketat di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam rangka menyongsong pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua tahapan pemilu berlangsung dengan aman dan tertib. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, mengungkapkan bahwa pengamanan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pegawai yang bertugas di KPU dan Bawaslu selama penyelenggaraan Pilkada berlangsung hingga hari pencoblosan. Ia menekankan bahwa tindakan pengamanan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya berbagai ancaman atau gangguan yang dapat merugikan instansi penyelenggara dan pengawas pemilu. Erlan juga menjelaskan bahwa tempat-tempat penyelenggaraan pemilu, termasuk kantor KPU, dijaga oleh personel kepolisian yang terlatih dan bersenjata. Selain pengamanan fisik, keberadaan kawat berduri juga dipasang di area sekitar guna menambah tingkat kewaspadaan dan mencegah masuknya individu yang mungkin tidak puas dengan hasil pemilu. "Harapan kami adalah agar Pilkada tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses serta tidak terjadi gangguan ketertiban masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan pilihan mereka," tutur Erlan. Dalam kesempatan yang sama, Erlan Munaji juga mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kalteng selama proses Pilkada berlangsung. Ia menegaskan bahwa jika ketidakamanan terjadi, yang akan merugi bukan hanya daerah, tapi juga masyarakat setempat. Kerugian yang dimaksud dapat berpotensi mencakup aspek ekonomi, keamanan, dan berbagai dampak sosial lainnya. Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai situasi yang kondusif. Lebih lanjut, Erlan juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran *hoaks* atau berita palsu yang marak beredar di media sosial seperti *Facebook*, *Instagram*, dan *TikTok*. Hal ini penting, mengingat adanya oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk memecah belah masyarakat. "Saya mengajak semua pihak untuk lebih kritis saat menerima video atau berita dari media sosial. Sebaiknya lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum membagikannya, agar kita tidak turut serta dalam penyebaran informasi yang dapat merugikan banyak orang," pungkas Kabid Humas Polda Kalteng tersebut. ANTARA