MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan yang ditujukan kepada masyarakat mengenai potensi terjadinya hujan lebat di beberapa kawasan di Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas tinggi ini berpotensi menyebabkan banjir dan bencana lainnya. Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Lestari Purba, menyatakan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan hujan deras yang dapat terjadi di berbagai kawasan, seperti bagian pesisir timur, lereng timur, pantai barat, serta daerah pegunungan di Sumatera Utara. Hujan lebat dapat menyebabkan efek negatif seperti banjir dan tanah longsor yang mengancam keselamatan dan infrastruktur. Pada hari Selasa, secara umum cuaca di Sumatera Utara terlihat cerah berawan, namun tetap ada potensi hujan, baik ringan maupun lebat, yang disertai dengan petir di sebagian besar wilayah. Beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami hujan lebat termasuk Deli Serdang, Karo, Gunung Sitoli, Langkat, serta Kepulauan Nias, yang mencakup Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat, serta wilayah Serdang Bedagai dan Simalungun. Saat malam tiba, kondisi cuaca cenderung berawan dengan kemungkinan hujan ringan hingga lebat pada sebagian besar wilayah di Sumatera Utara. Wilayah Karo dan Langkat memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hujan deras di malam hari. Di dini hari, cuaca masih berawan dengan potensi hujan ringan di Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Selatan, serta sebagian wilayah Tapanuli, yaitu Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Suhu udara di wilayah ini diperkirakan berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban udara mencapai 77 hingga 100 persen. Angin berhembus dari arah utara sampai barat daya dengan kecepatan antara 3 hingga 15 km/jam. Dasmian Sulviani, Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, menambahkan bahwa pola angin di perairan Sumatera bagian utara, khususnya di pesisir timur, umumnya bergerak dari barat ke timur laut. Di bagian pesisir barat, arah angin biasanya dari tenggara hingga barat dengan kecepatan antara 2 hingga 25 knot. Gelombang laut di perairan Sumatera bagian utara relatif rendah, dengan ketinggian antara 0.5 hingga 1.25 meter, dan sedang antara 1.25 hingga 2.5 meter. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi dari BMKG agar dapat mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem. ANTARA