BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaporkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di bandar udara di Kepulauan Babel mengalami peningkatan yang signifikan. Pada bulan Juli 2024, tercatat sebanyak 82,76 ribu orang menggunakan layanan penerbangan, yang merupakan kenaikan sebesar 15,38 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang hanya mencapai 71,73 ribu orang. Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto Silitonga, mengungkapkan bahwa peningkatan penumpang ini terlihat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang yang mengalami lonjakan sebesar 15,11 persen. Sementara itu, peningkatan yang lebih besar bahkan tercatat di Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung dengan kenaikan mencapai 15,96 persen. Lebih rinci, jumlah penumpang yang tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada bulan Juli 2024 mencapai 56,77 ribu orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang jelas dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana jumlah penumpang hanya sekitar 49,32 ribu orang. Di sisi lain, Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung mencatat kedatangan sebanyak 25,99 ribu orang, meningkat dibandingkan 22,41 ribu orang pada bulan sebelumnya. Meskipun ada kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Toto juga mencatat bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu dari Januari hingga Juli 2023, terdapat penurunan jumlah kedatangan penumpang sebesar 8,32 persen. Selain itu, Toto menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang terbang dari Kepulauan Babel pada bulan Juli 2024 mencapai 74,03 ribu orang. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, yang mencatat kenaikan sebesar 4,67 persen. Namun, saat membandingkan jumlah penumpang yang berangkat dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari Januari hingga Juli 2023, terdapat penurunan sebesar 6,99 persen. Total jumlah penumpang mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sektor penerbangan di wilayah ini saat beradaptasi dengan kondisi pasar dan pemulihan pasca-pandemi. ANTARA