**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menginformasikan bahwa terdapat delapan kecamatan yang mengalami masalah serius terkait ketersediaan air bersih. Krisis ini disebabkan oleh kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Dari hasil pemantauan lapangan, total terdapat 29 desa yang terkena dampak kekeringan di delapan kecamatan tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyampaikan informasi ini dalam sebuah pernyataan resmi di Cikarang.
Kecamatan-kecamatan yang mengalami kekeringan antara lain Sukawangi, Babelan, Muaragembong, Cabangbungin, Pebayuran, Karangbahagia, Bojongmangu, dan Cibarusah. Di antara kecamatan-kecamatan ini, Sukawangi dan Cibarusah tercatat sebagai wilayah yang paling parah dalam menghadapi krisis air bersih.
Di Kecamatan Sukawangi, terdapat tujuh desa yang mengalami kesulitan air bersih, yakni Desa Sukatenang, Sukaringin, Sukabudi, Sukamekar, Sukakerta, Sukawangi, dan Desa Sukadaya. Selain itu, Kecamatan Cibarusah juga mengalami hal serupa dengan tujuh desa terdampak, antara lain Desa Sindangmulya, Wibawamulya, Sirnajati, Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Jaya, dan Desa Cibarusah Kota.
Situasi sulit juga dialami oleh empat desa di Kecamatan Bojongmangu Desa Karang Indah, Medalkrisna, Karangmulya, dan Desa Sukamukti serta empat desa lainnya di Kecamatan Cabangbungin, yaitu Desa Sindangsari, Jayabakti, Lenggahsari, dan Desa Setialaksana. Tidak ketinggalan, tiga desa di Kecamatan Babelan, yaitu Kedungjaya, Bunibakti, dan Huripjaya, serta dua desa di Kecamatan Muaragembong, Pantai Harapan Jaya dan Jayasakti, juga mengalami masalah serupa.
Muchlis menambahkan bahwa Desa Bantarjaya di Kecamatan Pebayuran dan Desa Karangsetia di Kecamatan Karangbahagia juga mengalami krisis air bersih. BPBD Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus mendistribusikan bantuan air bersih ke daerah-daerah yang terkena dampak.
Dodi Supriadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa sejauh ini telah disalurkan 246.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat bencana. Bantuan ini mulai disalurkan sejak 30 Agustus dan akan berlanjut hingga 12 September 2024.
Pada Senin, BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan 58.000 liter air bersih ke berbagai desa yang mengalami krisis air bersih. Diantaranya, 10.000 liter dialokasikan untuk masyarakat Desa Sukawangi dan Desa Sukakerta, serta 10.000 liter untuk Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong. Tambahan 10.000 liter air bersih juga dialokasikan untuk Desa Setialaksana dan Jayabakti.
Distribusi air bersih dilanjutkan juga untuk warga Desa Huripjaya dan Bunibakti di Kecamatan Babelan dengan total 10.000 liter, serta 20.000 liter untuk masyarakat Desa Medalkrisna dan Desa Sukamukti di Kecamatan Bojongmangu. Dodi menekankan bahwa mereka akan terus melanjutkan distribusi air bersih ke berbagai wilayah yang terdampak kekeringan dan berstatus krisis air bersih.
ANTARA
Krisis Air Bersih Melanda Delapan Kecamatan di Bekasi
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







