JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa hubungan antara kepolisian dan santri dari Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya erat, tetapi juga saling mendukung satu sama lain. Ia menegaskan bahwa setiap upaya untuk mengadu domba kedua pihak tersebut tidak akan berhasil. Gus Ipul memberikan tanggapan atas keberadaan tagar #santrimenolakpolisi yang belakangan ini marak di media sosial. Ia menilai, upaya tersebut merupakan hal yang sia-sia. Menurutnya, santri dan polisi di Indonesia memiliki hubungan yang harmonis, sehingga tidak mungkin ada pihak yang ingin memecah belah keduanya. Dia juga berpendapat bahwa tagar tersebut tidak akan bertahan lama, lantaran santri tidak akan mau terprovokasi untuk berseteru dengan Polri. Gus Ipul menekankan bahwa hubungan baik ini terjalin hingga ke tingkat tertinggi, mulai dari Bhabinkamtibmas—yang berfungsi sebagai pembina masyarakat—hingga Kapolri. Lebih jauh, Gus Ipul menyampaikan bahwa di masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, semakin banyak santri dari madrasah dan pesantren yang mengabdikan diri sebagai anggota kepolisian. Kapolri pun sering melakukan kunjungan silaturahim dengan para ulama dan kiai, guna berdiskusi serta meminta masukan. Kesempatan tersebut menunjukkan betapa terbukanya Kapolri dalam menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Dengan berbagai upaya dan sinergi yang telah terjalin, Gus Ipul optimis bahwa hubungan antara santri dan Polri akan terus menguat dan saling menguntungkan di masa depan. ANTARA