BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berupaya meningkatkan pengembangan sektor pariwisata untuk mendukung tekad menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata di masa mendatang. Untuk mewujudkan itu perlu dilakukan berbagai macam inovasi.
“Pariwisata ini memerlukan banyak inovasi, contohnya inovasi kita mengemas wisata budaya Tiwah, Mandi Syafar dan memamerkan objek wisata alam dan buatan yang sudah dimiliki,” kata Sekretaris Daerah Kotim Putu Sudasana, Jumat (15/7/2017).
Sejumlah aset budaya yang diwariskan nenek moyang yang dimiliki Kabupaten Kotim saat ini belum sepenuhnya dijual keluar kabupaten sehingga belum terlalu banyak wisatawan yang tahu.
Putu mencontohkan seperti di Jogjakarta, dan Bali. Dua daerah yang merupakan daerah tujuan wisata yang sudah dikenal dunia itu terus memperkuat promosi wisata budaya.
“Tapi untuk menjadi terkenal seperti itu tentunya harus ada dukungan penuh dari semua pihak terutama pelaku pariwisata dan masyarakat Kotim. Butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk mewujudkan itu, tapi ini akan menjadi asset masa depan bagi daerah yang bisa mendatangkan PAD,” ujar Putu.
Sejak pertengahan periode pertama hingga tahun pertama periode kedua pemerintahan pasangan Supian Hadi dan M Taufiq Mukri atau akrab disebut Sahati, sektor pariwisata mendapat perhatian khusus. Banyak pembenahan dilakukan, seperti membangun sejumlah objek seperti ikon Patung Jelawat, taman kota, sejumlah bundaran dan penataan kawasan objek wisata Pantai Ujung Pandaran.
Pemerintah daerah berharap, pariwisata bisa menjadi sektor andalan baru bagi daerah dan masyarakat. Sumber daya alam suatu saat akan sulit diandalkan karena bisa habir, oleh karena itu perlu sektor lain yang bisa menjadi andalan baru. Sudah banya daerah di Indonesia maupun luar negeri yang perekonomiannya mampu bertahan bahkan meningkat dengan mengandalkan sektor pariwisata.
“Saya yakin kita juga bisa mewujudkan itu. Sekarang ini saja mulai terlihat dampak positif dari upaya kita membenahi dan meningkatkan sektor pariwisata. Kita jangan melihat dampaknya sekarang, tapi jauh akan terasa manfaatnya untuk jangka panjang nanti,” kata Bupati Kotim Supian Hadi. (RAFIUDIN/m)








