SAMARINDA –
**Borneonews - Balikpapan**, Jumlah perusahaan dan tenaga kerja di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menunjukkan tren yang positif, seiring dengan dampak dari pemindahan ibu kota baru, Ibu Kota Nusantara (*IKN*). Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang semakin berkembang di daerah tersebut. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Ani Mufidah, menyampaikan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah perusahaan di Balikpapan mengalami peningkatan yang mencolok. Hal ini juga berdampak langsung pada jumlah tenaga kerja yang tersedia. Ani merinci bahwa pada tahun 2020, terdapat 325 perusahaan kecil yang terdaftar di Balikpapan. Angka ini menunjukkan lonjakan di tahun 2021, ketika jumlah perusahaan kecil meningkat menjadi 448. Pembangunan yang semakin masif di IKN berhasil mendorong pertumbuhan ini. Pada tahun 2022, jumlah perusahaan kecil kembali melonjak menjadi 1.026, dan diperkirakan terus bertambah menjadi 1.277 perusahaan pada tahun 2023. Potensi peningkatan jumlah perusahaan pada tahun ini masih terbuka lebar. Dalam hal jumlah tenaga kerja, pada tahun 2020 tercatat total 47.338 pekerja. Namun, pada tahun 2021, terjadi lonjakan yang cukup signifikan hingga mencapai 77.953 pekerja. Tahun berikutnya, 2022, angka tersebut melambung lagi menjadi 103.969 orang, dan pada tahun 2023, tercatat ada 223.925 pekerja. Peningkatan tenaga kerja lokal ini jelas berkaitan erat dengan kehadiran IKN, karena banyak perusahaan di Balikpapan yang muncul untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang terkait dengan IKN. Ani juga menyoroti bahwa perkembangan IKN berpengaruh terhadap tingkat hunian dan penggunaan aula di hotel-hotel yang ada di Balikpapan. Hal ini mendorong banyak hotel untuk melakukan perekrutan tenaga kerja baru. Dia menambahkan, banyak hotel di Balikpapan yang menggelar acara Job Market Fair (*JMF*) untuk merekrut tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria masing-masing. "Pihak yang paling aktif berpartisipasi dalam JMF, terutama sejak adanya IKN, adalah sektor perhotelan. Dampak yang paling signifikan dari hadirnya IKN dapat kita lihat di industri perhotelan. Selain pemanfaatan untuk menginap, banyak pula acara seremonial yang dihelat di Balikpapan," ujar Ani. ANTARA