GORONTALO –
**Borneonews - Kabupaten Gorontalo**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama dengan berbagai instansi, lembaga, dan perguruan tinggi telah menetapkan fokus penelitian di tiga lokasi yang merupakan bagian dari kajian sesar aktif di Gorontalo. Pada pernyataannya, Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Rahmat Triyono, mengungkapkan bahwa tiga wilayah yang ditentukan untuk penelitian tersebut adalah Mootilango, Bongomeme, dan Limboto. Kami sudah mengidentifikasi tiga segmen utama di Gorontalo yang akan menjadi fokus pengambilan data lapangan, jelas Rahmat. Dia menjelaskan bahwa tim kajian akan mengunjungi daerah-daerah tersebut dan akan melakukan metode investigasi geologi serta geofisika. Penggunaan foto udara juga direncanakan sebagai salah satu teknik pengumpulan data. Rahmat menambahkan bahwa mungkin akan dilakukan penggalian menggunakan alat berat, seperti *backhoe*, tergantung pada keadaan lapangan yang ada. Tim yang ditunjuk akan mengamati dan menganalisis patahan sesar di daerah tersebut, mulai dari kemiringan hingga kelanjutan patahan, yang kemudian akan dipetakan secara detail dan akurat. Proses pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai posisi, geometri, dan zona sesar, dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa. Kegiatan pemetaan ini ditargetkan akan berlangsung dari bulan September hingga Desember 2024. Pemetaan yang komprehensif tentang sesar Gorontalo sangatlah penting. Hal ini bertujuan untuk memahami potensi bahaya gempa bumi di wilayah tersebut, sehingga dapat dilakukan mitigasi risiko bencana yang lebih baik. Dengan demikian, ini juga akan berkontribusi dalam mempertimbangkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. ANTARA