JAKARTA –
**Borneonews - Badung, Bali**, Pemerintah Indonesia berencana untuk mengalokasikan lima ribu dosis vaksin *monkeypox* kepada negara-negara Afrika dalam upaya memperkuat hubungan diplomatik. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah forum yang diadakan di Bali. Menteri Sadikin mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan hasil kesepakatan dengan Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Afrika (Africa CDC), Jean Kaseya. Kesepakatan tersebut mencakup pengadaan lima ribu dosis vaksin *monkeypox* yang akan diambil dari Jepang. Saat memberikan keterangan kepada media, Sadikin menyebutkan bahwa Indonesia masih memiliki 1.600 dosis vaksin yang diperoleh dari Denmark. Dengan demikian, stok vaksin Indonesia masih mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan tindakan diplomatik yang baik dan diharapkan dapat membantu negara-negara di Afrika. "Jika sewaktu-waktu kami memerlukan lebih banyak dosis, kami dapat melakukan pengadaan tambahan," katanya. Dalam sesi diskusi panel pada Forum Indonesia-Afrika ke-2 di Nusa Dua, Badung, Sadikin menegaskan bahwa Indonesia saat ini belum mampu memproduksi vaksin *monkeypox*-nya sendiri. Ia menjelaskan bahwa hingga kini, vaksin tersebut hanya diproduksi oleh Jepang dan Denmark. Berdasarkan pengalaman selama pandemi COVID-19, menteri mengungkapkan bahwa negara-negara berkembang cenderung berada di belakang dalam antrean untuk mendapatkan vaksin. "Kami telah berkomitmen kepada mitra kami di Africa CDC untuk memperoleh 10 ribu dosis vaksin, dengan setengah dari jumlah tersebut akan disalurkan kepada sahabat-sahabat kami di Afrika, sementara setengahnya lagi akan disimpan untuk masyarakat Indonesia," tuturnya. Sadikin menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ini sedang menjalani proses negosiasi untuk pengadaan dosis vaksin tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Indonesia akan menyumbangkan 30 unit alat tes molekuler cepat dan obat antivirus untuk membantu 200 orang di Afrika. "Saya ingin menekankan bahwa meskipun kami akan memberikan lima ribu dosis vaksin kepada Afrika, Indonesia kini memiliki kapasitas untuk memanfaatkan sumber daya domestiknya dalam melakukan pengawasan penyakit," ungkap Sadikin. Menteri Kesehatan berharap langkah ini akan semakin memperkuat solidaritas dan kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara di Afrika. ANTARA